Karhutla Kembali Meluas di Damau Talaud, Api Membakar Perkebunan Desa Akas

Minggu 04-10-2026,10:59 WIB
Reporter : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

DAMАU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kecamatan Damau, Kabupaten Kepulauan Talaud. Kobaran api yang sempat berhasil dipadamkan kembali muncul dan meluas ke sejumlah wilayah desa akibat kondisi kering serta hembusan angin kencang.

Peristiwa karhutla pertama kali terdeteksi di Desa Birang pada 4 September 2026. Api kemudian berhasil dikendalikan setelah unsur Pemerintah Kecamatan Damau bersama Polsek Kabaruan, Danramil Kabaruan, Danposad Pamputer, pemerintah desa dan masyarakat melakukan pemadaman selama tiga hari.

Namun, kondisi tersebut kembali berubah setelah angin kencang pada 23 September memicu munculnya kembali bara api.

Api kemudian merambat hingga ke Desa Ighik pada 30 September. Setelah dilakukan penanganan oleh tim gabungan, kobaran di wilayah tersebut berhasil dipadamkan. Pada hari yang sama, titik api juga ditemukan di Desa Akas.

Upaya pemadaman kembali dilakukan hingga Jumat, 2 Oktober 2026. Namun, api kembali berkobar di kawasan Desa Akas pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WITA dan hingga kini belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

Kebakaran tersebut telah berdampak pada sejumlah kawasan perkebunan milik warga. Di Desa Akas, area perkebunan Boa dan wilayah sekitarnya diperkirakan terdampak kebakaran sekitar 17 hektare.

Sementara di Desa Ighik, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektare.

Adapun di Desa Birang, api dilaporkan telah merambat hingga kawasan Gunung Padian. Luas wilayah yang terdampak di kawasan tersebut masih dalam proses pendataan.

Camat Damau Lydia S. Tumalang, S.Sos., mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Jajaran kecamatan, aparat TNI-Polri, pemerintah desa hingga masyarakat dikerahkan untuk membantu memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia.

Selain melakukan pemadaman, pemerintah kecamatan juga meningkatkan langkah antisipasi untuk mencegah api kembali meluas.

Para kepala desa diminta mengerahkan warga melalui pengeras suara untuk meningkatkan kewaspadaan dan membantu mengantisipasi penyebaran api. Kondisi cuaca kering yang disertai angin kencang dinilai dapat memperbesar risiko meluasnya kebakaran.

Pihak Kecamatan Damau saat ini masih melakukan pemantauan kondisi di lapangan. Penanganan selanjutnya juga menunggu arahan teknis dari pimpinan daerah terkait upaya pengendalian karhutla di wilayah tersebut. *

 

Kategori :