MANADO - Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara terus didorong untuk memperkuat nilai budaya kerja dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha mengatakan terdapat lima nilai budaya kerja yang harus menjadi pedoman ASN dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
"Lima nilai budaya kerja Kemenag, yakni integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulut Ulyas Taha, di Manado, Jumat 18 September 2026.
Ulyas menjelaskan, integritas berarti adanya keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik serta benar. Sementara profesionalitas diwujudkan melalui kedisiplinan, kompetensi, ketepatan waktu, serta menghasilkan pekerjaan dengan kualitas terbaik.
ASN juga dituntut memiliki semangat inovasi dengan terus menyempurnakan hal-hal yang sudah ada dan menciptakan sesuatu yang lebih baik.
Nilai lainnya adalah tanggung jawab, yakni menyelesaikan pekerjaan secara tuntas dan konsekuen. ASN juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi masyarakat melalui setiap sikap dan perbuatannya.
ASN Diminta Tidak Menunggu Perintah
Sementara itu, Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Sulut Saryono mengingatkan pentingnya menjaga kesadaran dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
Menurut dia, kesadaran seseorang tidak selalu berada dalam kondisi yang sama. Karena itu, diperlukan semangat, kedisiplinan, dan konsistensi agar kesadaran dalam menjalankan tanggung jawab tetap terjaga.
“Kesadaran itu fluktuatif dan dinamis, karena itu, kita membutuhkan semangat juang dan konsistensi agar kesadaran dalam menjalankan tugas tetap terpelihara,” katanya.
Saryono meminta seluruh ASN terus meningkatkan kesadaran terhadap tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara sekaligus pelayan masyarakat.
Dia juga menekankan agar ASN memberikan pelayanan secara sungguh-sungguh, total, dan maksimal. Menurutnya, seorang ASN tidak seharusnya hanya bergerak setelah menerima perintah.
“Bekerjalah dengan baik dan berikan pelayanan yang total dan maksimal, jangan menunggu perintah untuk menjalankan tugas. Kesadaran terhadap tugas harus tumbuh dari dalam diri masing-masing,” katanya.
Saryono menambahkan, kesadaran nasional merupakan salah satu nilai yang telah ditanamkan dan diperjuangkan para pendiri bangsa. Nilai tersebut, kata dia, perlu terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat ASN melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Dia juga menyebut pemerintah telah memberikan perhatian terhadap pentingnya kesadaran nasional melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1981 yang menekankan peningkatan kesadaran nasional. *