DISWAY.ID - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengintensifkan pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan di rumah tahanan (rutan) sebagai langkah deteksi dini penyakit menular.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para tahanan tetap terjaga selama menjalani masa penahanan, sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit di lingkungan rutan.
"Pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk warga binaan penting untuk mendeteksi dini penyakit menular serta kesehatan fisik warga binaan," kata Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono didampingi Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dir Tahti) Polda Sulut AKBP Alfianto Dj saat memeriksa kesehatan warga binaan di Manado, Senin.
Dalam pelaksanaannya, para tahanan menjalani pemeriksaan secara bergiliran. Tim medis melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari kondisi fisik hingga keluhan kesehatan yang dirasakan masing-masing warga binaan.
"Pemeriksaan kesehatan dimulai dari pengecekan tekanan darah, pemeriksaan keluhan kesehatan ringan, hingga pemberian vitamin untuk menjaga imunitas tubuh di dalam sel," ujarnya.
Wakapolda Sulut menegaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek kemanusiaan bagi para tahanan selama menjalani proses hukum.
Di sisi lain, Direktur Tahti Polda Sulut AKBP Alfianto Dj menyebut kegiatan ini merupakan agenda rutin untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh warga binaan tetap terpantau.
"Pemeriksaan kesehatan ini adalah agenda rutin kami untuk memastikan seluruh tahanan dalam kondisi yang fit. Meskipun mereka sedang menjalani masa penahanan, hak-hak untuk mendapatkan layanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama kami," ujar AKBP Alfianto Dj.
Selain pemeriksaan medis, pihak kepolisian juga mengingatkan para tahanan untuk menjaga kebersihan kamar hunian dan lingkungan sekitar. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir risiko munculnya penyakit di dalam rutan. *