14 Rumah di Permukiman Padat Manado Hangus Terbakar, Api Diduga Berasal dari Aktivitas Menggoreng Tahu

Rabu 25-03-2026,20:39 WIB
Reporter : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

DISWAY.ID - Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Kelurahan Singkil 1, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (25/3/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sebanyak 14 rumah warga hangus dilalap api.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api diduga berasal dari salah satu rumah warga yang tengah melakukan aktivitas menggoreng tahu sebelum akhirnya ditinggal pergi.

Saksi mata, Roslina Heping, mengungkapkan awal mula kebakaran yang dengan cepat membesar hingga menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.

"Dari Kajuri itu api, mula-mula dia sedang menggoreng tahu, kemudian ditinggal pergi ke warung, dan setelah dia balik api sudah berada di atas atap rumah. Ada anak kecil yang berteriak bahwa rumah sudah terbakar,” tutur Roslina.

Sementara itu, salah satu korban, Junita, membenarkan bahwa api berasal dari rumah tetangganya. Ia mengaku langsung menyelamatkan diri bersama kedua anaknya saat api mulai membesar.

”Torang liat ini api so besar (Kami melihat api sudah membesar), karena angin bertiup kencang. Saya hanya fokus untuk menyelamatkan kedua anak saya, barang-barang semua sudah tidak saya pedulikan yang penting kedua anak saya selamat," tuturnya sambil menangis.

Junita menyebutkan bahwa terdapat tujuh orang di dalam rumahnya saat kejadian, dan seluruhnya berhasil selamat. Namun, seluruh harta benda mereka habis terbakar, menyisakan pakaian yang dikenakan.

”Cuma mau minta tolong, kepada bapak Wali kota dan bapak gubernur bantu kasihan, karena kami tidak meminta-minta musibah ini, tidak ada yang tersisa hanya baju di badan,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Manado, Raymond, menyampaikan bahwa total 14 rumah terdampak kebakaran, yang berada di Lingkungan 6 dan Lingkungan 7.

”Jadi total ada 14 rumah, dan untuk rumah yang semi permanen (kayu) itu rata semua, karena kita juga berlawanan dengan arah angin. Hal itu sangat menyulitkan kita untuk melakukan pemadaman, tapi untuk saat ini api sudah bisa diminimalisir,” beber Raymond.

Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 11.43 WITA setelah berjibaku melawan kobaran api dan terpaan angin kencang.

Pemerintah Kota Manado memperkirakan total kerugian akibat peristiwa kebakaran ini mencapai sekitar Rp1 miliar. *

Tags :
Kategori :

Terkait