TNI AL Perkuat Kolaborasi dengan Pemda dan Tokoh Adat di Talaud

Rabu 28-01-2026,13:01 WIB
Reporter : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

DISWAY.ID - TNI Angkatan Laut terus mempererat kerja sama dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat di wilayah perbatasan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah strategis, termasuk di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Dalam kunjungan kerjanya ke Melonguane, Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla, menegaskan pentingnya sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan sejak kedatangannya di wilayah tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Melonguane,” kata Dery di Melonguane, Selasa.

Menurut Dery, kunjungan kerja tersebut tidak hanya untuk melihat langsung kondisi satuan TNI AL yang bertugas di wilayah Talaud, tetapi juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas pihak. Sinergi ini dinilai krusial dalam menjaga keamanan laut serta menunjang pembangunan di kawasan perbatasan.

“Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan hubungan yang harmonis antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat adat Melonguane semakin solid,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan yang erat dan saling mendukung antara TNI AL, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat menjadi fondasi penting untuk menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif. Kondisi tersebut sekaligus mendukung terwujudnya kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedatangan Dankodaeral VIII bersama rombongan disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, di Pelabuhan Umum Melonguane. Prosesi penyambutan berlangsung dengan nuansa adat yang kental.

Rangkaian acara diawali dengan pengalungan kain koffo khas Melonguane, dilanjutkan penampilan Tarian Bara'a dari Kepulauan Talaud serta doa yang dipimpin oleh tetua adat Talaud (Ratumbanua).

Prosesi adat tersebut merupakan bagian dari tradisi lisan yang memiliki makna sakral. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk permohonan perlindungan, berkat, dan keselamatan kepada Sang Pencipta (Mawu Ruata) bagi para tamu yang datang maupun masyarakat setempat. *

Tags :
Kategori :

Terkait