Pemprov Gorontalo Gandeng RSUP Kandou Manado, Perkuat Layanan Kanker
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker -Dinkes Gorontalo-
MANADO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menjalin kerja sama dengan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi pasien kanker. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pengobatan sekaligus mengurangi kebutuhan pasien untuk menjalani seluruh proses perawatan di luar daerah.
Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Jeane Istanti Dalie, mengatakan kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker.
"Kami resmi menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker antara RSUP Prof Dr R D Kandou Manado dengan RSUD provinsi dan kabupaten/kota strata utama dan madya," kata Jeane di Gorontalo, Minggu 25 Oktober 2026.
Menurutnya, kerja sama ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Transformasi Layanan Rujukan Kementerian Kesehatan, terutama dalam meningkatkan penanganan penyakit prioritas, termasuk kanker.
Dalam skema jejaring tersebut, RSUP Kandou Manado ditunjuk sebagai rumah sakit pengampu kanker regional yang melayani wilayah Sulawesi, Maluku, dan Gorontalo.
Sementara itu, RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo diposisikan sebagai rumah sakit strata utama. Rumah sakit tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian dalam memberikan layanan kanker.
Adapun rumah sakit umum daerah strata madya di tingkat kabupaten dan kota didorong untuk mengembangkan kemampuan pelayanan sesuai dengan kompetensi tenaga kesehatan serta ketersediaan fasilitas masing-masing.
Jeane mengapresiasi inisiatif RSUP Kandou Manado dalam memperluas pendampingan pelayanan kanker. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah penting mengingat kasus kanker di Gorontalo menunjukkan tren peningkatan.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, kami sangat mengapresiasi inisiatif RSUP Kandou," katanya.
Ia berharap penguatan jejaring tersebut dapat mendorong RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie menjadi rumah sakit strata utama yang semakin mandiri, termasuk dalam memberikan layanan kemoterapi hingga radioterapi.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, pasien kanker di Gorontalo diharapkan tidak harus selalu dirujuk ke Manado untuk memperoleh penanganan medis yang dibutuhkan.
"Begitu pula dengan rumah sakit jejaring strata madya di kabupaten/kota. Ini akan sangat meringankan beban masyarakat," katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo akan menjalankan peran sebagai regulator sekaligus fasilitator. Dukungan tersebut mencakup kesiapan sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan kompetensi pelayanan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Melalui kerja sama ini, pelayanan kanker diharapkan semakin mudah diakses masyarakat dengan sistem rujukan yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan medis pasien.
Sumber: