Aktivitas Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Masih Waspada

Aktivitas Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Masih Waspada

Gunung Lokon-Dok Antara-

MANADO - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, selama periode 1–15 Oktober 2026 masih didominasi gempa vulkanik dangkal. Hingga pertengahan Oktober, gunung api tersebut masih berada pada Level II atau Waspada.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan aktivitas kegempaan Gunung Lokon juga mencakup sejumlah gempa embusan, gempa vulkanik dalam, gempa terasa, hingga gempa tektonik jauh.

"Pada periode tersebut juga terekam sebanyak 189 kali gempa embusan, 12 kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa terasa pada skala I MMI dan 52 kali gempa tektonik jauh," ujar Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan yang dibagikan dalam grup percakapan BMKG dan Stakeholder, di Manado, Minggu 25 Oktober 2026.

Berdasarkan pengamatan visual, kawah Gunung Lokon mengeluarkan asap tipis berwarna putih dengan ketinggian maksimum sekitar 150 meter di atas kawah.

Data kegempaan menunjukkan gempa vulkanik dangkal atau VB paling sering terekam, sementara gempa vulkanik dalam atau VA relatif jarang terjadi.

Meski demikian, data visual dan seismik belum memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Berdasarkan data RSAM, energi kegempaan yang terpantau sejak 24 Agustus hingga 15 Oktober 2026 menunjukkan pola kenaikan. Namun, peningkatan tersebut diketahui berasal dari gempa permukaan.

Badan Geologi mengingatkan sejumlah potensi bahaya yang masih perlu diwaspadai, terutama kemungkinan keluarnya gas beracun dari kawah sewaktu-waktu serta terjadinya erupsi freatik secara tiba-tiba.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari puncak Gunung Lokon juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar, khususnya saat musim hujan atau ketika hujan deras berlangsung lama di kawasan puncak.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi menyeluruh hingga 15 Oktober 2026, status aktivitas Gunung Lokon masih ditetapkan pada Level II (Waspada). Rekomendasi keselamatan bagi masyarakat disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Warga Dilarang Mendekati Kawah dalam Radius 1,5 Kilometer

ESDM mengingatkan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki agar tidak melakukan aktivitas maupun mendekati kawasan dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.

Selain pembatasan aktivitas di sekitar kawah, masyarakat juga diimbau mengambil langkah perlindungan apabila terjadi letusan yang disertai hujan abu.

Warga disarankan tetap berada di dalam rumah selama hujan abu berlangsung. Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut serta kacamata untuk melindungi mata.

Sumber: