Prabowo Berencana Bangun Arena Pacuan Kuda Internasional di Sulawesi Utara

Prabowo Berencana Bangun Arena Pacuan Kuda Internasional di Sulawesi Utara

Presiden Prabowo Subianto mengenakan lencana emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama --

MANADO -VGubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto membangun gelanggang pacuan kuda berstandar internasional di Sulawesi Utara. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong perkembangan olahraga berkuda sekaligus membuka peluang bagi atlet daerah untuk bersaing di tingkat dunia.

Yulius mengatakan, rencana pembangunan itu dibahas saat dirinya dipanggil Presiden Prabowo ke Hambalang, lima hari sebelum pernyataan tersebut disampaikan.

"Lima hari yang lalu saya dipanggil Pak Presiden ke Hambalang. Salah satu bahasannya adalah beliau akan membangun pacuan kuda berskala internasional di Sulut," kata Yulius di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sabtu.

Menurut Yulius, rencana tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi komunitas pacuan kuda di Sulawesi Utara. Dukungan itu dinilai penting bagi para peternak, pemilik kuda, joki, hingga pelatih yang selama ini terlibat dalam pengembangan olahraga berkuda.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Sulawesi Utara berhasil keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Tahun 2026. Gelar itu dipastikan melalui seri kedua Indonesia's Horse Racing (IHR) Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi yang berlangsung di Tompaso.

"Sulut juara umum dan meraih Piala Presiden, ini sejarah," ujar Yulius.

Keberhasilan tersebut, kata dia, harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan pacuan kuda di Sulawesi Utara. Pemerintah provinsi berkomitmen mendukung pengembangan olahraga ini melalui peningkatan fasilitas serta pembinaan atlet dan pelatih.

"Joki, atlet, stable dan semua pihak akan kita dukung untuk Pordasi Sulut. Kita akan mendukung kegiatan fisik dan nonfisik," katanya.

Yulius menjelaskan, dukungan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik, tetapi juga pembekalan bagi atlet agar kemampuan mereka terus meningkat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, atlet pacuan kuda Sulawesi Utara diharapkan mampu bersaing dengan peserta dari daerah lain.

Ia juga menargetkan kuda pacu, joki, dan pelatih asal Sulawesi Utara dapat menembus kompetisi internasional.

"Kita yakin kuda-kuda Sulut, joki dan pelatih tidak hanya akan tinggal di sini, akan tetapi go internasional," ujarnya.

Selain menyoroti peluang pengembangan olahraga berkuda, Yulius mengapresiasi persaingan ketat dalam Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri II. Kompetisi tersebut diikuti kontingen dari berbagai provinsi yang mengirimkan peserta terbaik mereka.

Ketatnya persaingan terlihat dari selisih waktu finis yang sangat tipis pada sejumlah nomor perlombaan. Kondisi itu menunjukkan peningkatan daya saing para peserta dalam kejuaraan nasional tersebut.

"Masing-masing provinsi mengirimkan yang terbaik. Tadi kita bisa melihat jarak setiap iven kadang hanya setengah badan, setengah kepala. Kejurnas kali ini sangat ketat, termasuk penonton," katanya.

Sumber: