Guru Besar Unsrat: Koperasi Merah Putih Bisa Perkuat Ekonomi Desa
Prof. Dr. Joy Tulung-ANTARA-
MANADO - Guru Besar Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Joy Tulung, menilai Koperasi Merah Putih berpotensi memperkuat perekonomian desa, terutama melalui distribusi kebutuhan pokok, pemasaran produk lokal, hingga perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat.
Joy mengatakan, koperasi dapat menjadi penghubung antara pelaku usaha lokal dengan pasar yang lebih luas. Hal ini dinilai penting bagi Sulawesi Utara (Sulut), yang memiliki potensi ekonomi dari sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Koperasi Merah Putih memiliki potensi untuk memperkuat ekonomi desa, khususnya melalui pengadaan kebutuhan pokok, distribusi barang, pemasaran hasil produksi masyarakat, serta perluasan akses pembiayaan," kata Joy, di Manado, Jumat 23 Oktober 2026.
Selain mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, Koperasi Merah Putih juga berpeluang mengambil peran dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Joy, koperasi dapat menjadi pemasok maupun pengumpul produk lokal untuk memenuhi kebutuhan program tersebut. Dengan begitu, hasil produksi petani, nelayan, dan pelaku UMKM berpeluang terserap melalui jaringan distribusi yang lebih terorganisasi.
Meski demikian, Joy mengingatkan keberhasilan program Koperasi Merah Putih tidak cukup dinilai berdasarkan jumlah koperasi yang terbentuk maupun banyaknya bangunan dan gerai yang didirikan.
Ia menilai, aspek kelayakan bisnis, profesionalisme pengelola, partisipasi anggota, serta transparansi keuangan harus menjadi perhatian utama. Koperasi juga perlu mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi anggotanya dan masyarakat sekitar.
"Jangan sampai koperasi justru menjadi beban keuangan baru atau menciptakan persaingan yang tidak sehat dengan warung, pedagang kecil, dan UMKM yang sudah lebih dahulu beroperasi," katanya.
Joy menegaskan, keberadaan koperasi semestinya memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat. Karena itu, pengembangan Koperasi Merah Putih perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan usaha kecil yang telah berjalan agar tidak justru tersisih oleh program tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Grace Komaling, mengatakan jumlah lokasi Koperasi Merah Putih di wilayahnya saat ini telah mencapai 1.839 lokasi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan setiap desa dan kelurahan memiliki koperasi. Target tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan koperasi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Sumber: