Bulog Sulut Serap 2.999 Ton Beras Petani, Realisasi Capai 93,89 Persen

Bulog Sulut Serap 2.999 Ton Beras Petani, Realisasi Capai 93,89 Persen

Beras bulog--

MANADO - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) mencatat realisasi pengadaan beras dari petani lokal mencapai 2.999 ton hingga 7 Oktober 2026. Angka tersebut setara dengan 93,89 persen dari target pengadaan beras lokal tahun ini sebanyak 3.194 ton.

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sulutgo, Dody Syahriap, mengatakan capaian tersebut menunjukkan progres pengadaan beras petani lokal di Sulawesi Utara yang mendekati target tahunan.

"Realisasi pengadaan beras petani lokal di Sulut per 7 Oktober 2026 mencapai 2.999 ton atau sebesar 93,89 persen dari target tahun 2026 sebanyak 3.194 ton," kata Dody Syahriap, di Manado, Sabtu 10 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, kontribusi pengadaan gabah dan beras dari wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo turut mendukung keberhasilan pengadaan pangan di tingkat nasional.

Menurut Dody, capaian tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan penyerapan hasil produksi petani dalam negeri.

Dalam pelaksanaannya, Bulog juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri yang tergabung dalam Tim Jemput Pangan. Sinergi tersebut dinilai membantu kelancaran proses pengadaan pangan di lapangan.

"Kami mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam mendukung keberhasilan pengadaan pangan, khususnya: TNI dan Polri selaku Tim Jemput Pangan, atas dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan pengadaan pangan di lapangan," katanya.

Dody turut menyampaikan apresiasi kepada para petani Indonesia atas kerja keras dan kontribusi mereka dalam meningkatkan produksi pangan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Ia menegaskan, keberhasilan pengadaan pangan nasional tidak terlepas dari peran seluruh tim Bulog yang bekerja di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Momentum menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, menjadi dorongan bagi jajaran Bulog untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendukung program prioritas pemerintah di sektor pangan.

Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi dalam negeri.

Secara nasional, Bulog bahkan telah melampaui target pengadaan gabah dan beras tahun 2026 lebih awal dari yang ditetapkan.

Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri mencapai 4.104.573 ton atau 102,61 persen dari target nasional sebanyak 4 juta ton.

Target tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026–2029.

Sumber: