Megawati Lantik Pengurus PDIP Sulut, Tegaskan Ketum Bisa Pecat Kader
Megawati Lantik Pengurus PDIP Sulut, Tegaskan Ketum Bisa Pecat Kader- ANTARA/Karel A Polakitan-
Minahasa – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melantik sekaligus mengambil sumpah janji jabatan pengurus anak cabang, pengurus ranting, badan, dan sayap partai di Sulawesi Utara.
Pelantikan tersebut digelar bersamaan dengan Konsolidasi Internal PDI Perjuangan se-Provinsi Sulawesi Utara yang berlangsung di Kabupaten Minahasa, Jumat.
Kegiatan itu dihadiri jajaran pengurus PDI Perjuangan dari tingkat pusat hingga daerah. Sejumlah kepala daerah yang merupakan kader partai, anggota DPRD, serta undangan lainnya turut hadir dalam agenda tersebut.
Dalam kesempatan itu, Megawati berbicara mengenai pentingnya struktur organisasi partai yang kuat. Ia menyebut PDI Perjuangan memiliki struktur organisasi yang menurutnya telah tertata dengan baik.
"Kita ini mempunyai struktur yang paling bagus. Kalau nanti dengar ada yang namanya ISO, itu sebenarnya ISO-nya sendiri seperti perusahaan untuk melihat manajemennya bagus atau tidak," kata Megawati pada Konsolidasi Internal PDI Perjuangan se Provinsi Sulawesi Utara di Minahasa.
Megawati kemudian menyebut PDI Perjuangan sebagai satu-satunya partai di Asia yang memiliki ISO.
"PDI Perjuangan, kata Megawati satu-satunya partai di Asia yang mempunyai ISO."
Menurut dia, sejumlah pengusaha bahkan pernah bertanya mengenai kemungkinan mempelajari sistem tersebut.
"Banyak sekali para pengusaha yang bertanya pada saya boleh atau tidak kami belajar untuk dapat ISO. Saya bikin guyon, jadi kalau begitu saya akan jadi konsultan, kamu berani bayar berapa?" ujarnya.
Megawati Singgung Sumpah Jabatan
Dalam pidatonya, Megawati juga menyinggung sumpah dan janji jabatan yang diucapkan para pengurus partai. Menurut dia, janji jabatan bukan hanya berkaitan dengan tanggung jawab kepada diri sendiri, tetapi juga memiliki konsekuensi yang lebih tinggi.
"Karena itu menurut Megawati, janji jabatan adalah janji kepada diri sendiri, tapi ada janji yang lebih tinggi yaitu sumpah jabatan."
Megawati kemudian mengingatkan kader agar tidak menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi.
"Begitu ada tendensi, anak buah itu mau buat aneh-aneh cari duit, panggil, tanya kamu mau pakai uang negara, maka yang memecat kamu bukan orang lain, tapi ketum kamu," kata Megawati menegaskan.
Menurut Megawati, sikap tersebut diperlukan untuk menjaga nama besar partai agar tetap dipercaya.
Sumber: