APBD Perubahan Sulut 2026 Fokus pada Tiga Pilar Prioritas
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus-DKIPS-
MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyiapkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dengan mengarahkan belanja daerah pada tiga sektor prioritas.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus mengatakan, alokasi dalam APBD perubahan akan disusun secara proporsional dan diarahkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan serta program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
"Tiga pilar utama tersebut yaitu akselerasi belanja modal, penguatan sektor produktif dan strategis serta program pro-rakyat dan perlindungan sosial," sebut Gubernur Yulius di Manado, Sulut, Rabu 16 September 2026.
Untuk pilar pertama, yakni akselerasi belanja modal, anggaran akan diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan infrastruktur. Fokusnya mencakup pembangunan jalan, jaringan serta irigasi pertanian.
Selain itu, pemerintah daerah juga memprioritaskan pembebasan lahan strategis dan pembangunan sarana pendukung di sektor pariwisata, pendidikan, kesehatan hingga sentra agrobisnis.
Sementara penguatan sektor produktif dan strategis akan diarahkan untuk mendorong berbagai sektor yang memiliki peran terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Programnya mencakup promosi pariwisata, pembinaan olahraga prestasi, penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan UMKM, serta pendanaan untuk kajian teknis strategis seperti AMDAL, pertambangan dan penataan ruang.
Untuk pilar ketiga, Pemprov Sulut akan memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Di antaranya pemenuhan Universal Health Coverage (UHC), jaminan sosial ketenagakerjaan serta mandatory spending.
Yulius mengatakan, penyusunan perubahan APBD juga dilakukan dengan sistem terintegrasi agar seluruh program dan anggaran dapat dijalankan secara tepat sasaran.
Seluruh proses tersebut dikawal melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) berbasis digital sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 70 Tahun 2019.
"Integrasi sistem ini adalah komitmen kita bersama untuk menjamin transparansi, efektivitas, serta efisiensi optimal dalam pendayagunaan setiap rupiah sumber daya daerah," ujar Gubernur.
Dari sisi pendapatan, APBD induk Sulut 2026 yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp3.168.777.211.360 atau sekitar Rp3,17 triliun mengalami penambahan Rp63.890.597.985 atau Rp63,90 miliar.
Dengan perubahan tersebut, pendapatan daerah menjadi Rp3.232.667.809.345 atau sekitar Rp3,23 triliun.
Sumber: