BPH Migas Klaim Stok BBM Aman, Antrean Panjang di Makassar Mulai Terurai
--
Makassar – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, dalam kondisi aman dan terkendali.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar dan beberapa wilayah lain di Sulawesi Selatan dalam sepekan terakhir. Antrean bahkan dilaporkan mengular hingga ke badan jalan.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pertamina Persero Kantor Pusat untuk mengevaluasi distribusi BBM, terutama Pertalite dan Biosolar.
"Kami sudah melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Pertamina Persero Kantor Pusat untuk melakukan evaluasi terhadap layanan penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar, di Kota Makassar," ujar Wahyudi saat meninjau SPBU 74.902.32 di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu 12 September 2026.
Menurut Wahyudi, persoalan antrean yang terjadi di sejumlah SPBU Makassar dan daerah lain di Sulawesi Selatan telah menjadi perhatian BPH Migas. Evaluasi dan langkah penanganan kemudian dilakukan untuk mengurai antrean kendaraan.
Ia menyebut Pertamina mulai melakukan perbaikan sejak 7 September 2026, termasuk menangani antrean kendaraan roda dua maupun roda empat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat ketersediaan stok BBM di fasilitas penyimpanan Pertamina untuk memastikan pasokan beberapa hari ke depan tetap aman.
Wahyudi mengatakan tingkat stok saat ini berada dalam kondisi mencukupi. Rata-rata pemakaian terendah berada pada kisaran delapan hingga 14 hari.
Selain memperkuat stok, distribusi BBM melalui jalur laut juga terus dilakukan secara terjadwal. Pengiriman dilakukan setiap dua hingga tiga hari dari kilang di Tuban dan Balikpapan.
"Nanti secara kontinu suplai akan dijaga dengan kapal, baik itu dari Tuban maupun dari Balikpapan, termasuk Biosolar. Kondisinya adalah normal, rata-rata stok yang tersimpan antara tujuh sampai dengan 12 hari. Semua terjaga dengan baik," tuturnya kepada wartawan di sela meninjau SPBU setempat.
25 SPBU Kini Beroperasi 24 Jam
Upaya lain untuk mengurangi kepadatan antrean dilakukan dengan memperpanjang jam operasional SPBU. Sebelum antrean terjadi, hanya 11 SPBU di Kota Makassar yang melayani konsumen selama 24 jam.
Kini jumlah tersebut ditambah menjadi 25 SPBU. Selain beroperasi selama 24 jam, sejumlah SPBU juga mendapatkan pembaruan nosel dan tambahan operator.
"Ada 25 titik ini telah dipilih untuk titik-titik yang antreannya lebih dominan. Untuk lainnya adalah berjalan normal, dan ini secara kontinu reguler kita lakukan evaluasi lagi," tuturnya menekankan.
Sumber: