Harga Cabai Tembus Rp170 Ribu per Kg, Gubernur Sulut Minta Pemda Bergerak

Harga Cabai Tembus Rp170 Ribu per Kg, Gubernur Sulut Minta Pemda Bergerak

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Sulut Yulius Selvanus (ANTARA/Nancy Tigauw) --

MANADOHarga cabai di sejumlah pasar tradisional Sulawesi Utara (Sulut) mengalami kenaikan signifikan. Harganya kini berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp170 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Gubernur Sulut Yulius Selvanus. Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan Harga cabai di pasaran.

"Pemerintah di kabupaten-kota segera mengambil langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi dalam menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas Harga cabai di wilayah Sulut," kata Gubernur di Manado, Selasa.

Yulius mengatakan cabai menjadi salah satu komoditas pangan strategis yang turut memengaruhi pergerakan harga dan inflasi di daerah.

Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, kenaikan Harga cabai perlu diantisipasi agar tidak semakin membebani masyarakat.

Pemprov Sulut juga mewaspadai kemungkinan dampak fenomena El Nino terhadap produksi pangan. Perubahan pola cuaca dan keterbatasan air dapat memengaruhi produktivitas pertanian yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pasokan komoditas, termasuk cabai.

“Kita harus mengantisipasi sejak dini dampak perubahan cuaca dan El Nino terhadap produksi pangan. Jangan sampai gangguan produksi dan distribusi menyebabkan pasokan berkurang dan harga meningkat sehingga membebani masyarakat,” tegas Gubernur.

Pasokan Cabai Diminta Dipetakan

Untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan, Yulius meminta pemerintah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap produksi dan ketersediaan cabai di Sulut.

Pemetaan terutama diarahkan ke sejumlah wilayah yang menjadi sentra produksi. Selain memastikan jumlah produksi, pemerintah diminta memperhatikan jalur distribusi dari sentra pertanian hingga pasar dan konsumen.

Menurut Yulius, kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar Pasokan Cabai tetap tersedia di pasaran dan tidak terjadi lonjakan harga akibat gangguan pengiriman.

Jika produksi lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemprov Sulut akan menyiapkan opsi mendatangkan cabai dari luar daerah.

Intervensi tersebut dilakukan untuk menambah pasokan di pasar sekaligus menjaga Harga cabai tetap dalam batas yang wajar.

“Apabila produksi dan pasokan lokal tidak mencukupi, kita harus segera membuka akses pasokan dari daerah lain. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terkendali,” ujar Gubernur.

Dengan harga cabai yang saat ini mencapai Rp170 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional, pemerintah daerah diminta bergerak cepat agar kenaikan harga tidak berlanjut dan pasokan tetap aman.

Sumber: