Bulog SulutGo Serap 91 Persen Beras Petani Lokal
Beras bulog--
MANADO - Perum Bulog Divre Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mencatat penyerapan beras dari petani lokal telah mencapai 91 persen sepanjang 2026.
Dari target pengadaan sekitar 3.100 ton tahun ini, Bulog Sulut telah menyerap sebanyak 2.900 ton beras dari petani. Capaian tersebut dinilai menunjukkan komitmen Bulog dalam menyerap hasil produksi petani lokal.
"Saat ini serapan pengadaan telah mencapai 2.900 ton atau 91 persen dari target 3.100an ton di tahun 2026 ini," kata Kepala Perum Bulog Divre Sulut Ermin Tora, di Manado, Rabu 9 September 2026.
Ermin mengatakan masih terdapat sekitar 9 persen dari target yang perlu dikejar. Meski kondisi kemarau masih berlangsung, Bulog tetap optimistis target tersebut dapat dipenuhi hingga penghujung tahun.
"Kami optimistis seluruh serapan akan tercapai sampai akhir tahun," katanya.
Bulog Serap Gabah dan Beras Petani
Ermin menjelaskan Bulog SulutGo sepanjang tahun ini tidak hanya melakukan pengadaan beras, tetapi juga menyerap Gabah Kering Panen (GKP) dari petani.
Menurut dia, peningkatan penyerapan hasil pertanian menjadi bagian dari komitmen Bulog untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Peningkatan daya serap yang dilakukan oleh Bulog, katanya, merupakan komitmen bersama untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan perubahan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Harga gabah di tingkat petani naik dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram.
Sementara HPP beras juga mengalami kenaikan dari Rp11 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.
Ermin berharap kebijakan tersebut dapat mendorong petani untuk menjual hasil pertanian mereka kepada pemerintah. Dengan begitu, petani bisa memperoleh harga yang sesuai dan mendapatkan keuntungan dari hasil produksi.
Ermin berharap, agar petani dapat menjual hasil pertanian baik gabah, beras dan jagung kepada pemerintah dan memastikan bahwa petani bisa mendapatkan harga yang sesuai, dan bisa mensejahterakan para petani.
Bulog, lanjut dia, berupaya menjaga agar petani tetap mendapatkan keuntungan. Namun, di saat yang sama, Bulog memiliki tugas menjaga stabilitas harga pangan di pasar agar kenaikan harga tidak membebani masyarakat sebagai konsumen.
Sumber: