1.500 Hektare Hutan dan Lahan di Sulut Terbakar Sepanjang 2026
Personel Satuan Brimob Polda Sulawesi Utara membantu memadamkan kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Batu, Desa Sea, Kabupaten Minahasa. -Polda Sulut-
MANADO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Utara terus menjadi perhatian. Dinas Kehutanan Provinsi Sulut mencatat sedikitnya 1.500,5 hektare hutan dan lahan terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara Rainier Nicko Dondokambey mengatakan penanganan karhutla dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan instansi pemerintah.
"Upaya yang telah kami lakukan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan antara lain membangun kolaborasi dan sinergi antara pemangku kepentingan seperti TNI/Polri, UPT kementerian serta instansi pemerintah daerah dan organisasi masyarakat," kata Rainier di Manado, Kamis 27 Agustus 2026.
Ancaman karhutla diperkirakan masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini berkaitan dengan prediksi BMKG yang menyebut puncak musim kemarau di Sulawesi Utara berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang mengalami kondisi lebih kering.
Lebih dari 1.000 Titik Panas Terdeteksi
Selain luas lahan yang terbakar, pemantauan titik panas juga menunjukkan adanya ancaman karhutla di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.
Berdasarkan hasil monitoring titik panas atau *hot spot* melalui kanal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, lebih dari 1.000 titik panas terpantau selama periode 1 Januari hingga 25 Agustus 2026.
Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 359 titik.
Selanjutnya, Bolaang Mongondow tercatat memiliki 213 titik, Bolaang Mongondow Utara 138 titik, Minahasa Selatan 124 titik, Minahasa Utara 98 titik, dan Minahasa Tenggara sebanyak 64 titik.
Titik panas juga ditemukan di sejumlah daerah lainnya. Kota Bitung tercatat 36 titik, Kepulauan Sangihe 20 titik, Kota Manado 15 titik, dan Kota Kotamobagu 13 titik.
Sementara itu, Bolaang Mongondow Selatan terpantau 11 titik, Kepulauan Talaud 10 titik, Bolaang Mongondow Timur 4 titik, sedangkan Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa masing-masing 1 titik.
Pemda Diminta Perkuat Pencegahan Karhutla
Rainier berharap kebijakan pemerintah pusat terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla di daerah.
Sumber: