Gunung Karangetang Gugurkan Lava, Warga Diminta Patuhi Radius Bahaya

Gunung Karangetang Gugurkan Lava, Warga Diminta Patuhi Radius Bahaya

Gunung Karangetang di Pulau Siau meletus -BPBD Kepulauan Sitaro-

MANADO - Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, Yudia P. Tatipang, mengimbau masyarakat agar mematuhi radius bahaya Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Imbauan tersebut disampaikan setelah terjadi guguran lava dari gunung berapi tersebut.

"Kepatuhan terhadap radius bahaya sangat penting agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama," kata Yudia dalam keterangannya di Manado, Kamis 6 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, saat kondisi kawasan gunung tertutup kabut pada siang hari, petugas mendengar suara gemuruh yang disertai luncuran lava. Aktivitas tersebut juga terekam melalui alat seismograf.

"Kemungkinan kalau dilihat di rekaman, arah guguran lava menuju ke Kali Batuawang pukul 11.49 Wita. Kami berharap warga mematuhi radius bahaya," ujar dia.

PGA Karangetang mengingatkan masyarakat maupun wisatawan agar tidak mendekati kawasan puncak, tidak melakukan pendakian, serta tidak beraktivitas di zona prakiraan bahaya.

Zona tersebut mencakup radius 1,5 kilometer dari Kawah Dua (kawah utara) dan Kawah Utama (kawah selatan), serta perluasan sektoral sejauh 2,5 kilometer ke arah barat daya dan selatan.

Selain itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi guguran lava dan awan panas guguran yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Material lava yang sebelumnya menumpuk masih belum stabil sehingga berpotensi runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.

Yudia juga mengingatkan masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Karangetang agar bersiap menghadapi kemungkinan lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke wilayah pesisir.

Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih berada pada Level II atau Waspada. *

Sumber: