Menlu Yordania Peringatkan Israel Bisa Picu Konflik Agama di Timur Tengah
Ilustrasi kapal perang Israel -AI-
JAKARTA- Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi memperingatkan bahwa tindakan Israel di Yerusalem, khususnya di kawasan Masjid Al Aqsa, berpotensi memicu konflik agama yang lebih luas di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Safadi dalam pertemuan tingkat menteri mengenai Yerusalem dan situs-situs suci yang dihadiri para pemimpin Arab dan negara-negara Muslim di Amman, Rabu 5 Agustus 2026.
"Pelanggaran Israel terhadap kesucian Masjid Al Aqsa dan upaya merongrong identitasnya dapat mengakibatkan konflik agama yang memicu seruan jihad global untuk mempertahankan satu dari tiga situs tersuci bagi dua miliar umat Muslim," kata Safadi, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurut Safadi, apabila konflik tersebut berkembang menjadi konflik berbasis agama, dampaknya akan sangat sulit dikendalikan.
Ia karena itu mendesak komunitas internasional segera mengambil langkah untuk menghentikan tindakan Israel di Yerusalem beserta kawasan situs-situs sucinya.
Safadi menegaskan bahwa Palestina merupakan pemilik sah Yerusalem. Ia juga menyebut Wangsa Hasyimiyah Yordania memiliki mandat sebagai wali atas situs-situs suci umat Islam dan Kristen di kota tersebut, yang menurutnya menjadi tanggung jawab bersama negara-negara Arab, dunia Islam, dan masyarakat internasional.
Dalam kesempatan itu, Safadi menuding Israel terus memperkuat pendudukan ilegal di Yerusalem Timur melalui perluasan permukiman, pencaplokan wilayah, penyitaan properti, serta pemisahan kota tersebut dari wilayah Palestina yang diduduki.
Selain itu, ia menuduh Israel membatasi kebebasan beribadah bagi umat Islam dan Kristen serta berupaya mengambil alih aset tanah dan keuangan milik gereja-gereja Kristen di Yerusalem.
Sebagai penutup, Safadi menegaskan bahwa konflik Arab-Israel pada dasarnya bukan merupakan konflik agama, melainkan berakar pada pendudukan wilayah Palestina dan tidak diakuinya hak rakyat Palestina untuk memperoleh kebebasan serta kedaulatan. *
Sumber: