Gubernur Sulut: Pendidikan Vokasi Cetak SDM Siap Kerja dan Berdaya Saing
Harapan Gubernur Sulut Yulius Selvanus terhadap Sektor Perikanan, Image: @yuliusselvanusofficial / Instagram--
Manado - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus menegaskan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap memasuki dunia kerja sekaligus mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
"Lulusan pendidikan vokasi di Sulawesi Utara selain menyiapkan SDM memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha, inovator, dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," kata Yulius di Bitung, Kamis 23 Juli 2026.
Menurut Yulius, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi. Upaya tersebut dilakukan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Ia menekankan lulusan pendidikan vokasi harus mampu menjadi tenaga kerja yang profesional, inovatif, serta memiliki daya saing di sektor industri.
“Keahlian dan keterampilan merupakan modal utama dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif. Karena itu, saya berharap para lulusan vokasi terus meningkatkan kapasitas diri, berinovasi, dan memiliki semangat untuk menjadi tenaga kerja yang unggul,” katanya.
Selain penguatan kualitas lulusan, Yulius memastikan pemerintah provinsi akan mendorong revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Bitung melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
Menurutnya, keberadaan BLK yang memadai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pelatihan sekaligus mencetak tenaga kerja yang kompeten.
“Pemprov Sulut akan berupaya membantu melobi pemerintah pusat agar revitalisasi BLK Bitung dapat terealisasi. Fasilitas yang semakin baik, kita berharap semakin banyak SDM berkualitas yang lahir dari daerah ini,” katanya menambahkan.
Yulius menilai penguatan pendidikan vokasi merupakan salah satu strategi pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. SDM yang unggul, kata dia, menjadi fondasi penting dalam mendorong investasi, pengembangan sektor industri, hingga meningkatkan daya saing daerah.
"Pemprov Sulut akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem pengembangan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar," katanya. *
Sumber: