Pangdam XIII/Merdeka Tekankan Disiplin hingga Profesionalisme Prajurit Kikav 10/MSC

Pangdam XIII/Merdeka Tekankan Disiplin hingga Profesionalisme Prajurit Kikav 10/MSC

Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen Mirza Agus. -Kodam XIII/Merdeka-

MANADO – Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan bahwa kekuatan satuan kavaleri tidak semata-mata diukur dari kecanggihan kendaraan tempur, tetapi juga ditentukan oleh kualitas prajurit yang mengawakinya. 

Hal itu disampaikan saat bertatap muka dengan prajurit Batalyon Kavaleri 10/Manguni Setia Cakti (Kikav 10/MSC) di Markas Kikav 10/MSC, Wori, Manado, Senin 20 Juli 2026.

"Kekuatan kaveleri juga pada karakter, disiplin, kemampuan, dan semangat juang setiap prajurit yang mengawakinya," kata Pangdam.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembinaan satuan yang bertujuan meningkatkan semangat pengabdian, profesionalisme, kesiapan operasional, sekaligus memperhatikan kesejahteraan prajurit.

Dalam arahannya, Mayjen TNI Mirza Agus menyampaikan bahwa kedatangannya bukan hanya untuk meninjau kondisi satuan, melainkan memastikan moril, kesiapan, semangat, dan kesejahteraan seluruh prajurit tetap terjaga.

Ia juga mengingatkan agar setiap prajurit menjadikan keimanan dan ketakwaan sebagai fondasi dalam berpikir, bersikap, serta bertindak. Menurutnya, nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman menjaga kehormatan pribadi maupun institusi TNI.

Selain itu, Pangdam menekankan pentingnya peningkatan disiplin dan profesionalisme di lingkungan prajurit kavaleri.

"Kemampuan mengoperasikan serta merawat alat utama sistem persenjataan (Alutsista), penguasaan taktik, komunikasi, navigasi, hingga kesiapan menghadapi berbagai kondisi darurat harus terus diasah agar satuan senantiasa siap melaksanakan setiap penugasan," ujarnya.

Mayjen TNI Mirza Agus juga mengingatkan seluruh prajurit untuk menciptakan budaya kerja yang bebas dari berbagai bentuk pelanggaran. Ia meminta anggotanya menjauhi penyalahgunaan narkoba, perjudian, pinjaman online ilegal, kekerasan dalam rumah tangga, maupun pelanggaran disiplin lainnya.

"Seluruh komandan menjadi teladan bagi anggotanya serta membangun hubungan yang harmonis guna memperkuat kebersamaan internal dan sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa," ajak Pangdam. *

Sumber: