Siswa SMP Hang Tuah Manado Belajar Dunia Kemaritiman di Atas KRI Bima Suci

Siswa SMP Hang Tuah Manado Belajar Dunia Kemaritiman di Atas KRI Bima Suci

Siswa SMP Hang Tuah Manado foto bersama berlatar KRI Bima Suci saat sandar di Satrol Bitung. -Kodaeral VIII-

MANADO - Siswa SMP Hang Tuah Manado mendapat pengalaman langsung mengenal dunia kemaritiman melalui kunjungan edukatif ke KRI Bima Suci yang digelar Komando Daerah Maritim (Kodaeral) VIII di Manado, Sulawesi Utara.

Kegiatan bertajuk Open Ship itu bertujuan memperkenalkan kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut sekaligus menanamkan semangat cinta bahari dan bela negara kepada para pelajar sejak usia dini.

"Kunjungan edukatif bagi para siswa SMP Hang Tuah Manado untuk mengenal lebih dekat kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap dunia kemaritiman dan semangat bela negara sejak dini," kata Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi melalui Kadispen Letkol Laut (P) Andreas Suko Riyanto di Manado, Kamis. 17 Juli 2026.

Menurut Kadispen, melalui kegiatan Open Ship tersebut, Kodaeral VIII bersama KRI Bima Suci ingin menginspirasi generasi muda agar terus belajar, berani mengejar cita-cita, dan semakin mencintai laut sebagai bagian dari identitas bangsa.

Kegiatan yang mengusung tema "Mengukir Cita-Cita di Atas Geladak KRI Bima Suci" itu juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para peserta.

"Kegiatan ini juga menjadi momentum menanamkan nilai-nilai disiplin, patriotisme, dan wawasan kebangsaan kepada para siswa sebagai calon generasi penerus yang akan menjaga kejayaan maritim Indonesia," katanya menambahkan.

Selama berada di atas KRI Bima Suci, para siswa diajak berkeliling untuk melihat berbagai fasilitas kapal. Mereka juga dikenalkan dengan sejarah serta peran KRI Bima Suci sebagai kapal latih Taruna Akademi Angkatan Laut.

Selain itu, para pelajar memperoleh penjelasan langsung dari prajurit TNI AL mengenai kehidupan sehari-hari di atas kapal serta tugas menjaga wilayah perairan Indonesia.

"Interaksi yang hangat dan penuh edukasi tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para siswa, sekaligus membuka wawasan tentang profesi keprajuritan dan pentingnya menjaga kedaulatan laut Indonesia sebagai negara maritim," kata Kadispen. *

Sumber: