Argentina vs Austria: Albiceleste Punya Formula Khusus untuk Menghukum Lawan

Argentina vs Austria: Albiceleste Punya Formula Khusus untuk Menghukum Lawan

Skuad Timnas Argentina saat lawan Honduras di laga uji coba jelang Pildun 2026-Dok IG afaseleccion-

Menjelang laga penting Grup J Piala Dunia 2026 melawan Austria, Argentina kembali datang dengan status unggulan. Namun, kekuatan tim asuhan Lionel Scaloni tidak semata-mata bertumpu pada Lionel Messi, melainkan pada kemampuan kolektif yang selama ini menjadi ciri khas Albiceleste.

Sejarah mencatat bagaimana Argentina mampu mengalahkan lawan yang secara fisik lebih kuat melalui kecerdikan taktik. Salah satu contohnya terjadi pada Piala Dunia 1994 saat Diego Maradona meyakini Argentina yang diperkuat pemain-pemain berpengalaman mampu menundukkan Nigeria yang saat itu dipenuhi talenta muda dengan kecepatan dan tenaga luar biasa.

Prediksi itu terbukti tepat. Argentina menang 2-1 berkat permainan yang lebih matang secara strategi dan pengambilan keputusan di lapangan.

Puluhan tahun kemudian, karakter serupa masih terlihat dalam permainan Argentina. Mereka tidak selalu mengandalkan dominasi penguasaan bola atau struktur permainan yang kaku. Sebaliknya, mereka lebih sering memancing lawan keluar dari posisi ideal sebelum memanfaatkan ruang yang terbuka untuk melancarkan serangan mematikan.

Pendekatan tersebut kembali terlihat ketika Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga sebelumnya di Grup J.

Secara statistik, Aljazair sebenarnya tampil lebih agresif. Mereka lebih sering memasuki sepertiga akhir lapangan dan mencatat jumlah umpan lebih banyak di area serangan. Bahkan jumlah sentuhan mereka di kotak penalti lawan juga lebih tinggi dibanding Argentina. Namun efektivitas menjadi pembeda utama.

Meski menghasilkan peluang lebih sedikit, Argentina jauh lebih tajam dalam penyelesaian akhir. Dari sejumlah peluang berbahaya yang tercipta, tiga berhasil dikonversi menjadi gol dan seluruhnya dicetak oleh Messi.

Performa tersebut kembali menegaskan peran penting kapten Argentina itu. Di usia yang tidak lagi muda, Messi masih menjadi pusat kreativitas dan pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.

Akan tetapi, keberhasilan Argentina tidak hanya lahir dari kemampuan individu sang megabintang.

Kehadiran lini tengah yang dihuni Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, dan Thiago Almada membuat Messi memiliki kebebasan untuk mengatur ritme permainan. Dukungan para gelandang tersebut memungkinkan Argentina tetap agresif sekaligus seimbang saat menyerang maupun bertahan.

Di sektor belakang, duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez juga tampil solid. Keduanya berhasil membentuk tembok kokoh yang membuat para penyerang Aljazair kesulitan menciptakan ancaman serius ke gawang Emiliano Martinez.

 

Kombinasi kualitas individu dan kekompakan tim inilah yang membuat Argentina tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara dunia.

Bagi Messi sendiri, Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung untuk menambah catatan bersejarah dalam kariernya. Setelah mengangkat trofi Copa America 2021 dan Piala Dunia 2022, ia kini berpeluang menambah koleksi prestasi yang semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Sumber: