FK Unima Resmi Dibuka, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Dokter di Indonesia Timur

FK Unima Resmi Dibuka, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Dokter di Indonesia Timur

Universitas Manado (Unima)--

MANADO - Pemerintah terus mendorong pemerataan pendidikan kedokteran di berbagai daerah, termasuk kawasan timur Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan meresmikan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano, Sulawesi Utara.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menilai kehadiran FK Unima menjadi investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan dokter di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.

“Telah dimulai investasi besar untuk masa depan Sulawesi Utara. Dokter-dokter yang nantinya penuh semangat, kompeten, berdedikasi dan humanis, bisa memberikan pengabdian yang terbaik untuk rakyat Sulawesi Utara,” ujar Mendiktisaintek saat meresmikan FK Unima di Tondano, melalui keterangan tertulis , Jumat 12 Juni 2026.

Menurut Brian, pendidikan kedokteran memiliki kontribusi strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pembukaan FK Unima menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan melalui penyediaan tenaga medis yang berkualitas.

Ia menjelaskan pendirian fakultas tersebut merupakan salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang direalisasikan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta sejumlah mitra terkait.

Mendiktisaintek juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam proses pendirian FK Unima. Ucapan terima kasih diberikan kepada Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, para wali kota dan bupati di Sulut, Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, hingga Universitas Brawijaya yang turut mendukung terwujudnya fakultas tersebut.

Selain memperluas akses pendidikan dokter, Kemdiktisaintek berharap FK Unima dapat menjadi contoh penerapan pendidikan kedokteran yang transformatif dan selaras dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak.

Mahasiswa Didorong Mengabdi di Daerah Asal

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pendidikan calon dokter yang nantinya akan mengabdi kepada masyarakat.

"Kami sudah pikirkan jauh dengan anggaran yang ada. Mahasiswa tidak usah memikirkan macam-macam, kalian hanya belajar. Biarkan kami yang mencarikan biaya untuk pendidikan kalian. Tetapi kami juga menuntut agar kalian mengabdi kepada masyarakat Sulut," tegas Gubernur.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah penerimaan mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Utara. Seleksi dilakukan oleh Fakultas Kedokteran pembina dari Universitas Brawijaya dengan mekanisme yang transparan dan akuntabel.

Model tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi fakultas kedokteran lain di Indonesia karena berpotensi membantu pemerataan distribusi dokter di berbagai wilayah.

Mendiktisaintek mengungkapkan rasa apresiasinya terhadap komposisi mahasiswa angkatan pertama FK Unima yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

"Yang jauh lebih membuat saya berbahagia adalah ternyata seluruhnya 50 mahasiswa baru dibagi rata oleh kota, kabupaten, dan provinsi. Ini capaian yang luar biasa, meskipun FK Unima baru dibuka, tetapi sudah memberi contoh teladan bagaimana FK bisa berkontribusi langsung," tutur Menteri.

Sumber: