Banjir Manado Sudah Surut, Warga Kembali Beraktivitas Normal

Banjir Manado Sudah Surut, Warga Kembali Beraktivitas Normal

Banjir Dahsyat di Vietnam, Ilustrasi: Hermann / Pixabay--

MANADO - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Manado pada Rabu (27 Mei 2026) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. 

Kawasan yang terdampak antara lain Kelurahan Pakowa di Kecamatan Wanea, Kelurahan Paal IV di Kecamatan Tikala, Kelurahan Dendengan Dalam di Kecamatan Paal Dua, Kelurahan Komo Luar di Kecamatan Wenang, serta Kelurahan Ternate Tanjung dan Ketang Baru di Kecamatan Singkil.

Selain itu, banjir juga sempat merendam Kelurahan Tanjung Batu di Kecamatan Wanea. Namun, beberapa hari setelah kejadian, kondisi di lokasi-lokasi terdampak dilaporkan telah kembali normal dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

Fadly, warga Kelurahan Ternate Tanjung, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi tidak berlangsung lama dan tidak sampai memaksa warga mengungsi.

"Air hanya setinggi mata kaki, itu pun tidak lama, langsung surut malam itu juga, jadi tidak ada yang mengungsi," ujarnya, Minggu 31 Mei 2026.

Situasi serupa juga terlihat di Kelurahan Ketang Baru. Warga setempat telah kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan, dan tidak tampak lagi bekas genangan banjir yang sempat terjadi beberapa hari sebelumnya.

"Banjir hanya semata kaki, warga hanya menyelamatkan barang-barang berharga saja ke tempat aman, tidak ada yang mengungsi, lagi pula air langsung surut," kata Sahril, warga Ketang Baru.

Sementara itu, penjaga Pos Pemantau Banjir di Kelurahan Dendengan Luar, Wati, menjelaskan bahwa saat puncak banjir pada Rabu lalu, ketinggian muka air di pos pemantauan mencapai 1,60 meter.

"Di Pos pemantau dan permukiman warga, air sempat naik setinggi betis orang dewasa," ujarnya.

Menurut Wati, banjir dipicu oleh meluapnya air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Sawangan dan DAS Tondano. Pertemuan dua aliran sungai tersebut menyebabkan debit air meningkat dan berdampak pada wilayah yang berada di bagian hilir.

"Dua aliran sungai itu bertemu di bagian atas sehingga kami yang di bagian bawah sini ikut terdampak, tetapi sekitar pukul 02.00 Wita air sudah surut dan turun sekitar 80 sentimeter (cm)," tutur Wati.

Sumber: