Program MBG Jangkau 62,4 Juta Penerima, Mayoritas Peserta Didik

Program MBG Jangkau 62,4 Juta Penerima, Mayoritas Peserta Didik

MBG-Dok Antara-

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas pemerintah dengan jumlah penerima manfaat yang kini mencapai 62,4 juta orang di berbagai daerah di Indonesia.

Penerima manfaat program tersebut mencakup peserta didik, balita, ibu menyusui, ibu hamil hingga kalangan santri. Dari seluruh kelompok penerima, peserta didik menjadi jumlah terbanyak dalam pelaksanaan program tersebut.

"Dari total penerima manfaat tersebut, kelompok peserta didik menjadi penerima terbesar dengan jumlah mencapai 48.350.393 orang. Angka ini setara dengan 76,1 persen dari total data induk peserta didik sebanyak 63.574.421 jiwa," demikian tertera dalam keterangan Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) hingga Jumat (22/5), penerima manfaat dari kelompok balita tercatat mencapai 6.303.775 orang atau sekitar 37,7 persen dari total data induk balita nasional.

Sementara itu, penerima dari kategori ibu menyusui mencapai 2.066.533 orang atau sekitar 75,2 persen dari total sasaran nasional. Sedangkan kelompok ibu hamil tercatat sebanyak 868.259 orang atau 35,3 persen.

Program tersebut juga menjangkau kalangan santri dengan total penerima sebanyak 644.664 orang atau sekitar 44,2 persen dari target nasional.

Dalam pelaksanaannya, program MBG turut melibatkan 4.220.440 guru dan tenaga pendidik. Dengan tambahan kelompok tersebut, total penerima manfaat program kini mencapai 62.454.064 orang.

Pemerintah juga terus memperluas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga saat ini, jumlah SPPG aktif tercatat mencapai 29.225 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sejak mulai dijalankan pada 6 Januari 2025, program MBG disebut telah mendistribusikan sekitar 8,3 miliar porsi makanan bergizi kepada masyarakat penerima manfaat.

Tak hanya itu, program ini telah menjangkau 374.175 sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Untuk mendukung distribusi dan pengolahan makanan, sebanyak 1.285.250 tenaga kerja ikut dilibatkan.

Dari sisi rantai pasok, BGN mencatat terdapat 142.387 penyuplai yang ikut mendukung program tersebut. Jumlah itu terdiri dari 59.921 pelaku UMKM, 13.306 koperasi, 690 KDKMP, 1.410 Bumdes, 157 Bumdesma, serta 66.903 penyuplai lainnya.

Keterlibatan pelaku usaha lokal dinilai turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Program MBG menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. *

Sumber: