Polisi Ungkap Penyebab Kematian Korban Kebakaran Mega Mall Manado
Kebakaran mall di Manado--
MANADO - Polda Sulawesi Utara memastikan korban meninggal dalam insiden kebakaran Mega Mall di kawasan Megamas, Kota Manado, bukan disebabkan luka bakar parah, melainkan akibat menghirup gas beracun saat kebakaran terjadi.
Kabid Dokkes Polda Sulut Tasrif menjelaskan korban diduga mengalami gagal napas setelah menghirup asap tebal yang mengandung zat berbahaya.
"Korban diduga kuat menghirup asap pekat kebakaran yang mengandung gas Karbondioksida (CO2) dan Karbonmonoksida (CO). Gas-gas beracun inilah yang memicu terjadinya gagal napas hingga berujung pada kematian," kata dia di Manado, Senin 19 Mei 2026.
Dari hasil pemeriksaan forensik, tim menemukan sejumlah luka lecet dan bagian tubuh yang menghitam di area dahi, wajah, leher, tangan, perut, hingga kaki korban. Meski begitu, total luka bakar yang dialami dipastikan tidak mencapai 20 persen.
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan di RS Bhayangkara Tingkat III Manado, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Korban diketahui bernama Pricilia Nelly Tamawiwy berusia 34 tahun. Ia bekerja sebagai pegawai Mega Mall Manado dan tercatat sebagai warga Kelurahan Melonguane Barat, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Jenazah korban tiba di bagian forensik RS Bhayangkara Manado menggunakan ambulans pada Minggu (17 Mei) sekitar pukul 00.57 Wita.
Pihak kepolisian menyebut identitas korban diperkuat dari nametag yang masih melekat di leher korban saat proses evakuasi dilakukan.
Usai pemeriksaan luar dilakukan, keluarga korban memutuskan menolak proses autopsi dalam dan telah menandatangani surat penolakan resmi.
"Petugas medis telah memandikan serta melakukan proses pengawetan (embalming) terhadap jenazah. Seluruh barang milik pribadi korban juga sudah diserahkan kembali secara utuh kepada pihak keluarga. Pada pukul 05.00 Wita, jenazah langsung dibawa oleh keluarga untuk dipulangkan ke kampung halaman," ujar dia.
Kebakaran yang melanda salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Manado itu terjadi pada Sabtu (16 Mei) malam.
Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran dengan melibatkan Tim Bid Labfor dan Inafis.
Sumber: