Aktivitas Gunung Awu Meningkat, Gempa Vulkanik Dangkal Capai 21 Kali per Hari
Gunung Awu-DOK Badan Geologi-
MANADO - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan di Gunung Awu berdasarkan hasil evaluasi periode 16-30 April 2026.
Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Saria mengatakan, rata-rata kejadian gempa vulkanik dangkal mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.
"Kondisi gempa vulkanik dangkal saat ini mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya, di mana rata-rata kejadian meningkat dari 15 kejadian per hari menjadi 21 kejadian per hari," kata Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan yang diterima di Manado, Kamis.
Selama periode evaluasi tersebut, tercatat sebanyak 314 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 15 kali gempa vulkanik dalam (VA), empat kali gempa tektonik lokal (TL), serta 333 kali gempa tektonik jauh (TJ).
ESDM juga menyebutkan energi gempa vulkanik secara keseluruhan yang diukur melalui nilai RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement) masih menunjukkan pola fluktuatif.
Sementara itu, hasil pengamatan visual memperlihatkan kondisi kawah Gunung Awu belum mengalami perubahan signifikan sejak awal Juli 2024. Embusan asap kawah terpantau berada di kisaran 10 hingga 150 meter dan didominasi di bawah 50 meter di atas kubah lava.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas hembusan asap kawah masih berfluktuasi dan belum memperlihatkan peningkatan yang terus-menerus maupun signifikan.
Meski demikian, hasil pemantauan visual dan instrumental mengindikasikan aktivitas magmatik di Gunung Awu masih berlangsung aktif hingga saat ini.
Pihak Badan Geologi juga mengingatkan potensi peningkatan aktivitas di masa mendatang tetap perlu diwaspadai, terutama terkait kemungkinan terjadinya swarm gempa vulkanik maupun peningkatan Gempa Low Frequency setelah meningkatnya aktivitas tektonik regional di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku.
Sebelumnya, pada periode evaluasi 1-15 April 2026, tercatat 257 kali gempa vulkanik dangkal dengan rata-rata 17 kejadian per hari, 29 kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, empat kali gempa terasa berskala I-III MMI, serta 747 kali gempa tektonik jauh.
Sumber: