Waspada Hantavirus: Penyakit Langka dari Tikus yang Bisa Mematikan, Kenali Gejalanya

Waspada Hantavirus: Penyakit Langka dari Tikus yang Bisa Mematikan, Kenali Gejalanya

Ilustrasi Hantavirus-By edwards.af.mi-

DISWAY.ID  - Hantavirus merupakan kelompok virus yang menyerang sistem organ vital manusia, terutama paru-paru dan ginjal.

Secara medis, infeksi ini dapat bermanifestasi menjadi dua kondisi klinis utama, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Mengingat dampak kesehatan yang ditimbulkan sangat serius, pemahaman mengenai pola penularan dan gejala awal menjadi kunci utama perlindungan diri.

Penyakit ini diklasifikasikan sebagai zoonosis, yang berarti penularannya terjadi dari hewan ke manusia. Dalam konteks hantavirus, inang utamanya adalah tikus atau hewan pengerat lainnya yang membawa virus tersebut dalam tubuh mereka.

Meskipun kasus ini tergolong jarang ditemukan, tingkat mortalitas atau kematian akibat hantavirus tidak dapat disepelekan. Data menunjukkan bahwa tingkat kematian pada penderita HPS dapat mencapai angka 40 persen, sementara pada kasus HFRS berkisar antara 5 hingga 15 persen.

Mekanisme Penularan dan Penyebab Utama

Penyebaran hantavirus sangat bergantung pada keberadaan hewan pengerat. Virus masuk ke dalam tubuh manusia melalui beberapa jalur transmisi, terutama saat terjadi kontak dengan ekskresi atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Paparan dapat terjadi melalui sentuhan langsung dengan feses, urine, atau air liur tikus. Selain itu, risiko infeksi juga muncul melalui inhalasi atau menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi (transmisi aerosol), mengonsumsi makanan yang terpapar virus, hingga luka akibat gigitan tikus.

Kebiasaan higienitas yang buruk, seperti menyentuh area wajah (mata, hidung, atau mulut) tanpa mencuci tangan setelah berada di lingkungan yang terkontaminasi, turut meningkatkan peluang masuknya virus. Perlu dicatat bahwa hingga saat ini, penularan dari manusia ke manusia dilaporkan sangat jarang terjadi.

Faktor Risiko Lingkungan dan Pekerjaan

Beberapa kelompok individu memiliki risiko lebih tinggi terpapar hantavirus dibandingkan masyarakat umum. Faktor risiko ini meliputi tinggal di lingkungan dengan populasi tikus yang tidak terkendali, atau bekerja di sektor yang rentan kontak dengan hewan pengerat seperti pekerja konstruksi dan petugas pengendalian hama (pest control).

Aktivitas luar ruangan yang bersentuhan langsung dengan habitat alami hewan pengerat, seperti berkemah, berburu, atau mendaki gunung, juga memerlukan kewaspadaan ekstra. Lingkungan tempat tinggal yang kurang terjaga kebersihannya dan menjadi sarang tikus merupakan faktor pemicu utama yang harus diwaspadai.

Identifikasi Gejala Klinis

Manifestasi klinis infeksi hantavirus biasanya muncul dalam rentang waktu 1 hingga 8 minggu setelah paparan awal. Gejala yang timbul akan sangat bergantung pada organ mana yang mengalami gangguan.

Pada penderita Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), gejala fase awal menyerupai flu biasa, meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan diare. Namun, kondisi ini dapat memburuk dengan cepat menjadi gejala pernapasan akut seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, hingga takikardia (detak jantung cepat). Pada stadium lanjut, penumpukan cairan di paru-paru (edema paru) dapat terjadi dan berisiko menyebabkan kematian.

Sumber: