Prabowo–Putin Bahas Kerja Sama Energi hingga Hilirisasi, Pertemuan di Kremlin Berlangsung 5 Jam

Prabowo–Putin Bahas Kerja Sama Energi hingga Hilirisasi, Pertemuan di Kremlin Berlangsung 5 Jam

Prabowo–Putin Bahas Kerja Sama Energi hingga Hilirisasi, Pertemuan di Kremlin Berlangsung 5 Jam--

 

Jakarta — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan hasil pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang digelar di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4). Pertemuan kedua kepala negara tersebut berlangsung selama sekitar lima jam.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin menyepakati penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis, terutama energi dan sumber daya mineral (ESDM) serta hilirisasi industri.

"Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi," kata Teddy dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Selain sektor energi, kedua negara juga menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang lain yang dinilai berdampak langsung terhadap pembangunan nasional.

"Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia," ujarnya.

Teddy menjelaskan, rangkaian pertemuan di Kremlin diawali dengan sesi bilateral selama dua jam, sebelum dilanjutkan dengan pertemuan empat mata antara kedua pemimpin yang berlangsung lebih lama.

Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Lebih lanjut, Teddy menilai Rusia memiliki posisi strategis dalam percaturan global sehingga kerja sama dengan Indonesia menjadi semakin penting dan relevan.

"Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global, selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa, red.) dan pendiri BRICS," katanya.

Ia juga menekankan bahwa Rusia merupakan salah satu negara dengan kekuatan sumber daya alam besar di dunia, sehingga berpotensi menjadi mitra strategis Indonesia dalam pembangunan jangka panjang.

"Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia," ujar Teddy.

Teddy menambahkan, intensitas pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin menunjukkan semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara dalam setahun terakhir.

"Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat terakhir kali bertemu pada bulan Desember lalu di Moskow dan sudah lima kali bertemu di berbagai kesempatan dalam satu tahun terakhir," ujar Teddy. *

Sumber: