Pemprov Sulut Minta Warga Hemat Air, BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang dan Kering
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jimmy Ringkuangan, Setdaprov Sulut. ANTARA--
MANADO- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dari biasanya. Warga pun diimbau untuk lebih hemat dalam penggunaan air.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Jimmy Ringkuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan proyeksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
"Pemprov Sulut akan mencermati dan memberikan perhatian penuh terhadap prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi terjadinya musim kemarau tahun ini," kata Ringkuangan di Manado, Minggu 12 April 2026.
Ia menjelaskan, hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa periode kemarau tahun ini berpotensi lebih kering serta berdurasi lebih lama dibanding kondisi normal.
"Selain bijak menggunakan air, kami juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekitar, serta menghindari praktik pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan dampak kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas," ujarnya.
Menurut Ringkuangan, pemerintah provinsi telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi yang disusun secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan terjadi sejak pertengahan tahun.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Kami terus memperkuat upaya dalam menjaga ketahanan pangan dan sumber-sumber produksi pangan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan melalui koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat agar seluruh upaya mitigasi dapat berjalan efektif.
“Kami mengajak seluruh komponen daerah untuk bekerja bersama dan bersama bekerja, saling menguatkan peran masing-masing, sehingga upaya menghadapi kemarau ini dapat dilakukan secara kolektif dan bertanggung jawab,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut, ia menyebut kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay menjadi landasan dalam memperkuat koordinasi seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Kami optimistis seluruh langkah mitigasi dapat berjalan dengan baik, sehingga stabilitas ekonomi daerah, khususnya sektor pangan dan pelayanan dasar, tetap terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, Pemprov Sulut memastikan kesiapsiagaan akan terus ditingkatkan, terutama untuk menjaga ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, serta mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan, termasuk di wilayah Manado. *
Sumber: