BMKG Sulut Catat 960 Gempa Susulan Pascagempa M7,6 di Maluku Utara

BMKG Sulut Catat 960 Gempa Susulan Pascagempa M7,6 di Maluku Utara

ilustrasi gempa--

DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Manado, Sulawesi Utara, melaporkan aktivitas gempa susulan yang cukup tinggi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara pada Kamis pagi.

Total gempa susulan yang tercatat mencapai 960 kejadian hingga beberapa hari setelah peristiwa utama. Dari jumlah tersebut, sebagian di antaranya turut dirasakan oleh masyarakat.

"Hingga Minggu pukul 11:48 WIB, jumlah gempa bumi susulan yang dirasakan sebanyak 22 kali," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli di Manado, Minggu 5 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa munculnya gempa susulan dengan kekuatan yang beragam merupakan hal yang lazim terjadi setelah gempa besar. Fenomena ini berkaitan dengan proses alami yang terjadi di dalam kerak bumi.

Setelah gempa utama terjadi, energi besar yang dilepaskan secara tiba-tiba menyebabkan pergeseran pada bidang patahan. Kondisi tersebut kemudian memicu perubahan distribusi tegangan di sekitar wilayah sumber gempa.

Akibatnya, area kerak bumi yang sebelumnya stabil menjadi mengalami ketidakseimbangan. Situasi ini memicu pelepasan energi lanjutan yang muncul dalam bentuk gempa susulan.

"Gempa susulan umumnya memiliki magnitudo yang lebih kecil dibandingkan gempa utama dan dapat terjadi dalam jumlah yang cukup banyak pada fase awal, kemudian frekuensinya akan berangsur menurun seiring waktu," ujarnya

BMKG menilai, berkurangnya frekuensi gempa susulan secara bertahap menjadi indikasi bahwa kondisi kerak bumi mulai kembali menuju kestabilan.

"Dengan demikian, kejadian gempa susulan yang terjadi saat ini merupakan proses alamiah yang menunjukkan bahwa kerak bumi sedang melakukan penyesuaian untuk mencapai kembali kondisi kestabilannya," katanya menambahkan.

Sebagai informasi, gempa utama terjadi pada Kamis, 02 April 2026 pukul 05.48.14 WIB di wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 7,6 dengan titik episenter berada di koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT. Lokasinya berada di laut, sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer. *

 

Sumber: