Plafon Gereja di Minahasa Runtuh Akibat Gempa 7,6 Guncang Sulut

 Plafon Gereja di Minahasa Runtuh Akibat Gempa 7,6 Guncang Sulut

Plafon Gereja di Minahasa Runtuh Akibat Gempa 7,6 Guncang Sulut-Dok Antara-

DISWAY.ID  – Gempa tektonik yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi menyebabkan kerusakan pada bangunan Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus di Desa Rumengkor, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa. Bagian plafon Gereja dilaporkan runtuh akibat getaran tersebut.

Koordinator Bidang Aset dan Pembangunan gereja, Guido Merung, mengatakan saat kejadian pihak gereja tengah melakukan persiapan untuk ibadah Kamis Putih yang dijadwalkan berlangsung pada malam hari.

"Kami memang sementara mempersiapkan untuk ibadah Kamis Putih pada sebentar malam jam 20.00 Wita," ujar Koordinator Bidang Aset dan Pembangunan Gereja Paroki Bunda hati Kudus Yesus Rumengkor Guido Merung dihubungi di Manado, Kamis 2 Maret 2026.

Ia memastikan material plafon yang jatuh telah segera ditangani sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah. Menurutnya, kerusakan hanya terjadi pada bagian gipsum, sementara struktur utama masih dalam kondisi baik.

"Jadi hanya gipsum plafon yang jatuh, sementara rangkanya masih utuh. Tapi sudah dibersihkan," ujar dia.

Plafon yang runtuh berada di bagian tengah gereja, tepat di atas deretan bangku kayu panjang yang biasa digunakan jemaat saat beribadah. Sementara itu, bagian plafon di area altar dilaporkan tetap aman.

"Plafon yang ada di atas altar masih utuh," katanya.

Guido menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak akan menghambat rangkaian ibadah Tri Hari Suci Paskah, mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah.

"Kami memperkirakan gereja ini bisa menampung sebanyak 800 umat yang beribadah. Karena itu, kami tetap berharap umat berhati-hati dan terus memantau informasi terpercaya dari BMKG," kata dia.

Sebelumnya, gempa tektonik terjadi pada Kamis pukul 05.48.14 WIB di wilayah barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 7,6.

Episenter gempa berada pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, atau sekitar 129 kilometer arah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer. *

Sumber: