Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir Dalam Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado
Presiden Prabowo Subianto--
DISWAY.ID - Pemerintah menyiapkan perayaan Paskah Nasional 2026 yang akan dipusatkan di Manado, Sulawesi Utara. Agenda keagamaan ini direncanakan berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa puncak perayaan akan digelar di Manado dan diharapkan berjalan lancar. Ia juga mengungkapkan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan tersebut.
"Puncak perayaan Paskah Nasional 2026 berlangsung di Manado, Sulawesi Utara. Semoga lancar dan sukses. Rencananya akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto," kata Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 1 April 2026.
Menag menekankan pentingnya penyelenggaraan Paskah tahun ini agar lebih baik dari sebelumnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang kebersamaan lintas umat beragama di Indonesia.
“Perayaan Paskah tahun ini harus lebih baik dari setiap tahunnya. Semua umat dapat merasakan perayaan. Ini menjadi gelaran kebangsaan. Panitia harus bisa meramu kegiatan dengan baik dan seksama," kata dia.
Ketua panitia, Recky H. Langie, menjelaskan rangkaian kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, yakni 7 hingga 9 April 2026.
Ia menyebut puncak acara dijadwalkan pada 8 April 2026 dan akan dilaksanakan di ruang terbuka. Panitia pun berharap Menteri Agama dapat hadir langsung dalam perayaan tersebut.
"Kami berharap, Pak Menteri Agama bisa hadir pada acara Paskah 2026," kata Recky H. Langie.
Sebelumnya, Menteri Agama juga mengajak para tokoh agama untuk memperkuat pesan damai dan kerukunan. Hal ini mengingat sejumlah hari besar keagamaan pada tahun ini berlangsung berdekatan, seperti Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah.
Menurutnya, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Menag.
Ia menambahkan bahwa setiap perayaan keagamaan memiliki nilai universal yang bisa mendorong kehidupan sosial yang lebih baik.
“Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” kata dia.
Sumber: