Kemenhan Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Penghormatan Terakhir untuk Juwono Sudarsono

Kemenhan Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Penghormatan Terakhir untuk Juwono Sudarsono

Kemenhan Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Penghormatan Terakhir untuk Juwono Sudarsono-Antara-

DISWAY.ID - Gedung Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Almarhum diketahui pernah menjabat pada era Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pantauan di lokasi, bendera setengah tiang tidak hanya terpasang di lobi utama gedung Kemenhan, tetapi juga di sejumlah titik di area luar. Pengibaran tersebut dilakukan bertepatan dengan rangkaian prosesi pemakaman almarhum.

"Hari ini prosesi pemakaman Menteri Pertahanan periode 1999-2000, dan 2004-2009, bapak Juwono Sudarsono," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Minggu 29 Maret 2026.

Jenazah Juwono sebelumnya disemayamkan di Gedung Kemenhan mulai pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB. Selama proses tersebut, sejumlah tokoh nasional turut hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, para menteri aktif maupun purnatugas, serta keluarga dan kerabat dekat.

Rico menjelaskan, prosesi pelepasan jenazah dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan. Sementara itu, upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Usai pelepasan sekitar pukul 10.45 WIB, jenazah langsung diberangkatkan menuju TMP Kalibata untuk dimakamkan. Bendera setengah tiang tetap dikibarkan hingga seluruh rangkaian penghormatan selesai.

Diketahui, Juwono Sudarsono wafat pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Selain dikenal sebagai mantan Menteri Pertahanan, ia juga merupakan Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia. *

Sumber: