Tegas! Iran Ancam Serang Negara Manapun yang Gabung AS-Israel untuk Serang Teheran

Tegas! Iran Ancam Serang Negara Manapun yang Gabung AS-Israel untuk Serang Teheran

Bendera nasional Iran -ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.-

DISWAY.ID - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menyatakan bahwa negara mana pun yang ikut terlibat dalam agresi Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi menjadi sasaran serangan balasan dari Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Takht-Ravanchi dalam wawancara dengan media France 24 pada Jumat (6/3). Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika ada negara lain yang turut membantu aksi militer terhadap negaranya.

Menurutnya, setiap pihak yang bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel dalam tindakan agresi terhadap Iran akan dianggap sebagai target yang sah.

“Jika ada negara yang ‘bergabung dengan Amerika dan Israel dalam agresi terhadap Iran, mereka juga akan menjadi target sah bagi pembalasan Iran,’” kata Takht-Ravanchi dalam wawancara dengan media France 24.

Iran Ingatkan Negara-Negara Eropa

Dalam kesempatan tersebut, Takht-Ravanchi juga mengungkapkan bahwa Iran telah memberikan peringatan kepada sejumlah negara, termasuk negara-negara di Eropa, agar tidak ikut terlibat dalam konflik yang menurutnya merupakan agresi terhadap Iran.

Ia menegaskan bahwa Teheran telah menyampaikan pesan agar pihak lain berhati-hati dan tidak mengambil langkah yang dapat memperluas konflik.

Selain itu, Takht-Ravanchi menyinggung sikap Iran terhadap Amerika Serikat terkait kemungkinan perundingan antara kedua negara.

Iran Tidak Percaya Pemerintahan AS

Menurutnya, Iran saat ini tidak berupaya membuka negosiasi dengan Amerika Serikat karena tidak memiliki kepercayaan terhadap pemerintahan di Washington.

Ia menilai tindakan Amerika Serikat sebelumnya telah merusak kepercayaan dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung.

"Tidak, kami tidak mempercayai Amerika, Pemerintahan AS. Karena mereka mengkhianati, bukan hanya mengkhianati kami, tetapi mereka mengkhianati diplomasi. Kami sedang dalam proses negosiasi ketika mereka mulai menyerang kami... Kami membela diri," kata Takht-Ravanchi.

Takht-Ravanchi juga menyinggung perundingan yang baru-baru ini berlangsung di Jenewa. Menurutnya, pertemuan tersebut sebenarnya berjalan dengan baik.

Namun, ia mengatakan bahwa Amerika Serikat kemudian mengubah sikapnya sehingga kesempatan untuk menyelesaikan masalah melalui dialog akhirnya tidak dimanfaatkan. *

Sumber: