Masih Trauma Banjir Bandang, 11 KK di Pulau Siau Bertahan di Pengungsian
11 KK di Pulau Siau Bertahan di Pengungsian-Dok ANTARA/Karel A Polakitan-
DISWAY.ID, Manado- Sebanyak 11 kepala keluarga korban banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, hingga kini masih tinggal di lokasi pengungsian. Mereka belum kembali ke rumah sejak bencana yang terjadi pada awal Januari 2026 lalu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sitaro menyebut para pengungsi tersebut saat ini masih menempati dua lokasi sementara, yakni sebuah museum dan gereja Advent.
"Jadi masih ada yang tinggal di museum dan gereja Advent," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran di Manado, Kamis 5 Maret 2026.
Sonny menjelaskan, pengungsi yang berada di museum berjumlah delapan kepala keluarga dengan total 26 jiwa. Sementara itu, tiga kepala keluarga lainnya yang terdiri dari 10 orang masih menempati gereja Advent.
Pemerintah daerah berencana memindahkan para pengungsi tersebut ke lokasi yang dinilai lebih layak dan aman.
"Rencana hari ini ini atau besok mereka akan dipindahkan di ke Gedung Mabura. Di tempat ini ada kamar, sehingga pengungsi merasa aman dan nyaman," ujar Sonny.
Menurut Sonny, sebagian warga masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan berat bahkan hilang akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Selain kerusakan rumah, faktor cuaca juga menjadi alasan warga enggan kembali ke tempat tinggal mereka.
Sonny menyebut sebagian masyarakat masih merasa khawatir karena intensitas hujan di wilayah itu masih cukup tinggi.
"Alasan lainnya, kata dia, warga masih takut kembali ke rumah karena kondisi curah hujan tinggi masih terjadi di wilayah tersebut."
Pemerintah daerah hingga kini terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi sambil menunggu solusi hunian permanen.
"Pemerintah sampai saat ini masih menangani kebutuhan dasar pengungsi sampai ada hunian tetap," katanya menambahkan.
Banjir bandang yang melanda Pulau Siau terjadi pada subuh 5 Januari 2026 dan menghantam sejumlah permukiman warga di beberapa kecamatan.
Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Siau Barat Selatan, Kecamatan Siau Barat, Kecamatan Siau Timur, serta Kecamatan Siau Timur Selatan.
Sumber: