Operasi Keselamatan Samrat 2026: 2.720 Pelanggaran Ditindak dalam Sepekan di Sulut

Operasi Keselamatan Samrat 2026: 2.720 Pelanggaran Ditindak dalam Sepekan di Sulut

Personel Polda Sulut Edukasi Sopir Bus dan Mikrolet-Polda Sulut-

DISWAY.ID, Manado – Polda Sulawesi Utara menggencarkan langkah pencegahan pelanggaran lalu lintas melalui pendekatan edukatif dan penegakan hukum selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat 2026. Dalam sepekan pertama operasi, ribuan pelanggaran tercatat dan ditindak.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Hasibuan menjelaskan, edukasi menjadi salah satu strategi utama yang dijalankan secara masif.

"Kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) dengan fokus pada penyuluhan 214 kegiatan, sosialisasi keselamatan 386 kegiatan, hingga program Police Goes to School," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, di Manado, Selasa.

Selain penyuluhan, aparat juga memperkuat pengawasan di lapangan. Patroli ditingkatkan di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Pemeriksaan terhadap pengemudi dan armada bus turut dilakukan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.

Polda Sulut merilis hasil evaluasi minggu pertama Operasi Kepolisian Kewilayahan "Keselamatan Samrat 2026" yang digelar pada 2 hingga 8 Februari 2026. Hasilnya menunjukkan lonjakan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sepanjang minggu pertama operasi, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulut beserta jajaran Polres mencatat total 2.720 tindakan hukum, meningkat 36 persen dari tahun 2025," ujarnya.

Dari total penindakan tersebut, tercatat 2.039 teguran, 370 pelanggaran melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), serta 158 tilang non-ETLE. Selain itu, petugas juga menindak 119 kendaraan pribadi yang difungsikan sebagai angkutan umum dan 34 kasus pelanggaran Over Dimension Over Loading (ODOL).

Secara wilayah, Polres Bitung mencatat jumlah teguran terbanyak dengan 433 kasus. Disusul Polresta Manado sebanyak 385 teguran dan Polres Minahasa Selatan dengan 225 teguran.

Sementara itu, angka kecelakaan lalu lintas selama pekan pertama operasi tercatat sebanyak 34 kejadian di seluruh Sulawesi Utara. Dari jumlah tersebut, dua orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka berat. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp28.450.000.

Wilayah Polresta Manado menjadi daerah dengan jumlah kecelakaan tertinggi, yakni 16 kasus. Diikuti Polres Minahasa dengan lima kasus dan Polres Bitung sebanyak empat kasus.

Polda Sulut menegaskan bahwa operasi ini tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat demi menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya. *

Sumber: