Kasat Reskrim Polresta Manado Jadi Korban Tabrak Lari Saat Bubarkan Keributan
Polisi berhasil meringkus tiga pemuda yang diduga terlibat dalam keributan tersebut-DOK Polda Sulut-
DISWAY.ID, Manado – Insiden mengejutkan terjadi saat aparat kepolisian membubarkan aksi keributan di Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara. Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto justru menjadi korban tabrak lari ketika memimpin langsung personel gabungan di lapangan.
Peristiwa itu langsung mendapat perhatian jajaran Polda Sulawesi Utara.
"Peristiwa ini menjadi perhatian serius Polda Sulawesi Utara dan akan menindak tegas pelaku," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Hasibuan di Manado, Selasa.
Hasibuan menegaskan bahwa tindakan menyerang aparat penegak hukum merupakan pelanggaran berat yang tidak bisa dibiarkan.
"Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena membahayakan keselamatan aparat dan masyarakat. Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku sesuai hukum yang berlaku," tegas Hasibuan.
Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu 8 Februari 2026 saat polisi tengah meredam tawuran. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif, sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak AKP Elwin Kristanto.
Alih-alih berhenti, pengendara motor itu justru melarikan diri. Meski sempat terkena benturan, kondisi AKP Elwin dilaporkan dalam keadaan baik.
Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan tiga pemuda yang diduga terlibat dalam keributan. Mereka masing-masing berinisial DP (24) yang kedapatan membawa pisau badik besi putih, VK (29) yang membawa pelontar dan anak panah wayer terpasang, serta ET (26) yang turut diamankan bersama dua rekannya.
Ketiganya beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolresta Manado untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), sejalan dengan komitmen Polresta Manado melalui semboyan "Mapalus Torang Jaga Manado Aman" dalam menekan aksi kriminalitas jalanan dan peredaran senjata tajam di wilayah tersebut.
Sumber: