Ekonomi Sulut Melaju di Akhir 2025, Sektor Pariwisata dan Ekspor Jadi Penopang
BPS Sulut--
DISWAY.ID, Manado- Kinerja ekonomi Sulawesi Utara menunjukkan akselerasi kuat pada penghujung tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut pada Triwulan IV 2025 mencapai 5,95 persen, mencerminkan aktivitas ekonomi yang kian bergairah di berbagai sektor.
Kepala BPS Sulawesi Utara, Agus Adi Sudibyo, mengungkapkan bahwa dari sisi produksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi motor utama pertumbuhan pada periode tersebut.
“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 20,67 persen,” kata Agus, di Manado, Kamis.
Tak hanya dari sisi produksi, dorongan kuat juga datang dari sisi pengeluaran. Agus menjelaskan bahwa komponen ekspor luar negeri mencatatkan pertumbuhan paling tinggi dibandingkan komponen lainnya.
Dia mengatakan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor luar negeri yang tumbuh sebesar 16,80 persen.
Secara keseluruhan, perekonomian Sulawesi Utara sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian yang solid. Berdasarkan perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), nilai ekonomi Sulut atas dasar harga berlaku mencapai Rp204,75 triliun, sementara atas dasar harga konstan tahun 2010 berada di angka Rp113,66 triliun.
Jika dihitung secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sulut sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 5,66 persen secara year on year (c-to-c). Agus menyebut, pada level tahunan ini, industri pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi.
Ia menjelaskan dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Industri Pengolahan sebesar 9,97 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran tahunan, ekspor luar negeri kembali mencatatkan performa paling menonjol dengan pertumbuhan mencapai 28,42 persen.
BPS juga mencatat dinamika ekonomi yang kuat secara kuartalan. Ekonomi Sulut pada Triwulan IV-2025 tumbuh 7,02 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Pada periode ini, sektor jasa lainnya tampil sebagai lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi.
Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 20,61 persen.
Adapun dari sisi pengeluaran triwulanan, belanja pemerintah menjadi komponen yang tumbuh paling tinggi dan berperan besar dalam mendorong ekonomi daerah.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,75 persen.
Sumber: