Dek Kapal Patah di Perairan Likupang, Puluhan Penumpang Tercebur ke Laut
Pendeta Romi Rawis (depan/topi hitam) mengambil gambar selfie dengan penumpang yang dievakuasi setelah setelah dek kapal ambruk. (dok Pdt Romi Rawis)--
DISWAY.ID, Manado- Insiden kecelakaan laut terjadi di perairan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, ketika sebuah kapal penumpang tujuan Desa Talise mengalami patah dek di tengah perjalanan. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan penumpang terjatuh ke laut dan memicu proses evakuasi darurat oleh kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kapal penumpang yang mengalami kecelakaan diketahui berangkat lebih awal dari Pelabuhan Likupang. Sekitar 40 menit setelah berlayar, kapal tersebut tampak berjalan tidak stabil di tengah laut sebelum akhirnya dek kapal yang biasa digunakan penumpang untuk duduk mengalami kerusakan.
“Kira-kira ada sekitar dua puluhan penumpang kapal yang dibantu evakuasi,” kata Pendeta Romi Rawis, Ketua Jemaat Baitani Tambun, Kecamatan Likupang Barat, saat dihubungi melalui telepon genggam di Desa Tambun, Kamis malam.
Pada saat kejadian, kapal Baitani berada di jalur yang sama dan sempat mendahului kapal tujuan Desa Talise tersebut. Pendeta Romi yang berada di atas kapal Baitani menuturkan, kondisi kapal yang mengalami kecelakaan sudah terlihat mencurigakan sejak awal.
“Kapal sempat terlihat berjalan tidak stabil dan terlihat seperti patah di bagian dek yang biasanya menjadi tempat duduk penumpang,” ujar Pendeta Romi.
Melihat kondisi tersebut, kapal Baitani segera mengarahkan haluan menuju lokasi kapal yang mengalami kecelakaan. Dugaan awal menyebutkan penumpang yang tercebur ke laut merupakan mereka yang berada di area dek kapal.
“Kelihatannya patah (dek) dan kemungkinan mereka yang jatuh ke laut adalah mereka yang duduk di dek kapal,” ujarnya.
Proses evakuasi pun langsung dilakukan. Anak buah kapal Baitani, dibantu para penumpang dan warga, bergerak cepat menolong korban yang tercebur ke laut. Para penumpang yang jatuh dilaporkan berada dalam kondisi terpencar, sebagian membentuk kelompok kecil dan sebagian lainnya terpisah.
“Jadi mereka yang jatuh ke laut ada yang membentuk kelompok, ada juga beberapa orang yang terpisah. Evakuasi kira-kira memakan waktu hampir satu jam,” katanya.
Pendeta Romi menambahkan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Mayoritas penumpang kapal yang mengalami kecelakaan diketahui hendak menuju Desa Talise untuk menghadiri pesta adat Tulude yang akan digelar keesokan harinya.
“Penumpang yang menuju Desa Talise kebanyakan akan mengikuti pesta adat Tulude yang dilaksanakan pada esok hari,” ujarnya.
Keberhasilan evakuasi, lanjut Pendeta Romi, juga tidak lepas dari peran personel TNI Angkatan Laut yang turut membantu proses penyelamatan bersama awak kapal dan masyarakat.
Penumpang yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke Dermaga Desa Gangga. Dari lokasi tersebut, para penumpang selanjutnya dipindahkan menggunakan kapal lain untuk melanjutkan perjalanan menuju Desa Talise.
Sumber: