Antisipasi Ancaman Virus Nipah, Bandara Sam Ratulangi Manado Perketat Skrining Penumpang Internasional
Virus nipah--
DISWAY.ID, Manado — Pengelola Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado mengambil langkah cepat untuk mencegah potensi masuknya virus Nipah ke wilayah Sulawesi Utara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan alat pemindai suhu tubuh atau thermal scanner di area kedatangan internasional.
“Kami telah menempatkan thermal scanner pada area terminal kedatangan internasional,” kata General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Radityo Ari Purwoko, di Manado, Rabu 4 Feberuari 2026.
Radityo menjelaskan, perangkat tersebut memungkinkan petugas memantau suhu tubuh penumpang secara langsung saat memasuki gedung terminal. Dengan sistem pemantauan real-time, petugas dapat lebih cepat mengidentifikasi penumpang yang menunjukkan suhu tubuh di atas ambang normal.
Menurut Radityo, keberadaan alat ini memudahkan proses deteksi awal terhadap penumpang yang masuk kategori suspek. Langkah pencegahan ini menjadi fokus utama pengelola bandara demi memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh penumpang internasional yang tiba di Manado.
Radityo Ari Purwoko menegaskan, manajemen bandara tidak menunggu situasi memburuk untuk bertindak. Ia menyebut respons cepat dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan global.
Selain itu, koordinasi intensif dengan Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Manado juga terus diperkuat guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar.
Tak hanya melakukan pemantauan suhu, pihak bandara turut menyiapkan fasilitas medis yang dinilai memadai. Apabila petugas menemukan penumpang dengan gejala yang mencurigakan, penumpang tersebut akan segera diarahkan ke ruang isolasi yang telah disediakan.
Pihak pengelola juga menyiagakan ambulans untuk keperluan rujukan ke rumah sakit serta menyediakan masker bagi penumpang yang membutuhkan.
“Hingga saat ini, Radityo memastikan belum ada laporan kasus atau indikasi penularan virus tersebut di wilayah Indonesia.”
Meski Bandara Sam Ratulangi tidak memiliki rute penerbangan langsung dari India, manajemen bandara menilai langkah pencegahan sejak dini tetap penting untuk dilakukan.
Upaya penguatan pengawasan ini sejalan dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/445/2026 yang menekankan penguatan unit pelaksana teknis kekarantinaan kesehatan di seluruh pintu masuk negara.
Sejalan dengan arahan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Bandara Sam Ratulangi Manado menegaskan komitmennya dalam menjaga standar keamanan kesehatan guna melindungi masyarakat Sulawesi Utara. *
Sumber: