Stok Beras Sulut Tembus 21 Ribu Ton! Gubernur Yulius Pastikan Aman hingga Maret 2026

Stok Beras Sulut Tembus 21 Ribu Ton! Gubernur Yulius Pastikan Aman hingga Maret 2026

Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Image: @yuliusselvanusofficial / Instagram--

DISWAY.ID - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan ketahanan pangan di daerahnya berada dalam kondisi terkendali. Ia memastikan pasokan beras di Sulut aman dan mencukupi hingga Maret 2026, seiring berjalannya berbagai kebijakan strategis yang diterapkan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pangan dan harga.

Pernyataan tersebut disampaikan Yulius saat menghadiri dan ikut serta dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi di Desa Solog, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Jumat. Menurutnya, sinergi kebijakan pemerintah menjadi faktor utama terjaganya ketersediaan beras di tengah tantangan cuaca ekstrem.

‎"Kondisi tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah, termasuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah serta penyaluran beras cadangan pemerintah," katanya saat melaksanakan "Gerakan Tanam Padi" di Desa Solog, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Jumat 23 Januari 2026.

Berdasarkan data Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Utara, stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 21 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai telah mencukupi kebutuhan masyarakat Sulut untuk periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, bahkan dipastikan aman hingga Maret 2026.

‎“Beras kita tercukupi di Sulut. Kita juga rutin melakukan Gerakan Pangan Murah dan membagikan beras cadangan pemerintah, terutama saat menghadapi Natal dan Tahun Baru baru-baru ini. Apalagi cuaca cukup ekstrem, jadi harus kita antisipasi agar inflasi bahan pokok tidak terjadi,” katanya.

Tak hanya soal ketersediaan pangan, Yulius juga menyinggung capaian pengendalian inflasi daerah. Pada 2025, tingkat inflasi Sulawesi Utara tercatat sebesar 1,23 persen. Dengan angka tersebut, provinsi yang dihuni lebih dari 2,6 juta penduduk ini menempati posisi ketiga inflasi terendah secara nasional.

‎“Puji Tuhan, inflasi Sulut di tahun 2025 nomor tiga terendah di Indonesia. Ini hasil dari gerakan dan program yang kita lakukan bersama,” katanya menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Yulius Selvanus bersama jajaran forkopimda dan para petani turun langsung ke sawah untuk menanam padi. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Padi dalam mendukung swasembada pangan dengan tema Tanam Apa yang Dimakan dan Makan Apa yang Ditanam.

Gerakan tersebut dilaksanakan di hamparan lahan pertanian seluas 30 hektare di Desa Solog. Dari total lahan tersebut, sekitar 28 hektare di antaranya telah ditanami padi sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Utara.

Sumber: