Awalnya Sesumber Ancam Serang Iran, Trump Mundur di Detik Terakhir

Awalnya Sesumber Ancam Serang Iran, Trump Mundur di Detik Terakhir

Donald Trump--

DISWAY.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membatalkan rencana serangan militer ke Iran. Keputusan itu diambil karena sejumlah faktor, mulai dari perkembangan diplomasi, kendala kesiapan militer, hingga penolakan dari sekutu utama di kawasan. Laporan tersebut disampaikan Axios pada Minggu 18 Januari 2026.

Seorang pejabat Amerika Serikat menggambarkan situasi saat itu berada dalam kondisi sangat tegang. 

"Situasinya sangat genting. Militer berada dalam posisi untuk melakukan sesuatu dengan sangat cepat," kata pejabat tersebut.

Sejumlah pemerintah dan negara-negara di Timur Tengah sebelumnya memperkirakan operasi militer akan dilakukan setelah pertemuan pada hari Selasa. Namun, hingga waktu yang dinanti, perintah serangan tersebut tidak pernah dikeluarkan.

Trump disebut sempat mengerucutkan pilihan serangan militer terhadap target di Iran. Meski demikian, ia mulai ragu setelah berbagai kendala muncul dan dinilai berisiko.

Salah satu pertimbangan utama adalah pergeseran aset militer Amerika Serikat ke wilayah Karibia dan Asia. Kondisi ini membuat kesiapan militer di Timur Tengah dinilai tidak memadai. Para pejabat menyebut bahwa "wilayah tersebut belum siap," sehingga pilihan serangan menjadi terbatas.

Faktor penting lainnya adalah adanya komunikasi rahasia antara utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Pada Rabu pagi, Araghchi dilaporkan mengirim pesan kepada Witkoff yang berisi komitmen untuk menghentikan pembunuhan serta menghentikan rencana eksekusi terhadap para demonstran.

Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga dikabarkan menyampaikan kekhawatirannya kepada Trump. Netanyahu menilai Israel belum siap menghadapi kemungkinan serangan balasan dari Iran dan menganggap rencana militer Amerika Serikat yang diusulkan tidak cukup kuat.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Ia menilai potensi serangan terhadap Iran dapat berdampak serius terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Pada Rabu sore, para pejabat Amerika Serikat akhirnya menyadari bahwa perintah serangan tidak akan dikeluarkan oleh Presiden Trump.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada para demonstran di Iran. Ia juga mengecam keras cara pemerintah Iran menangani aksi protes yang pecah sejak 28 Desember di Teheran akibat persoalan ekonomi.

Trump bahkan sempat mengisyaratkan kemungkinan serangan militer jika pemerintah Iran menanggapi demonstrasi tersebut dengan kekuatan mematikan.

 

Sumber: Anadolu

Sumber: