Donald Trump Warning Iran: Jangan Coba-Coba Hukum Gantung Pendemo yang Ditangkap

Donald Trump Warning Iran: Jangan Coba-Coba Hukum Gantung Pendemo yang Ditangkap

Donald Trump--

DISWAY.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran menyusul laporan adanya rencana eksekusi terhadap para pengunjuk rasa. Trump menegaskan Washington siap merespons dengan langkah tegas apabila informasi tersebut terbukti benar.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa 13 Januari 2026 dalam wawancara dengan CBS News. Ia mengaku belum menerima laporan resmi terkait rencana hukuman gantung, namun menegaskan konsekuensi serius akan diambil jika eksekusi benar-benar dilakukan.

“Saya belum mendengar soal hukuman gantung itu. Jika mereka menggantung orang-orang tersebut, Anda akan melihat beberapa hal terjadi. Kami akan mengambil tindakan yang sangat keras jika mereka melakukan hal seperti itu,” kata Trump.

Saat ditanya mengenai tujuan akhir kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran, Trump menjawab secara lugas.

“Tujuan akhirnya adalah menang. Saya suka menang.”

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump dimintai klarifikasi terkait unggahannya di media sosial Truth Social yang menyebut, “Bantuan sedang dalam perjalanan.” Menurut Trump, bantuan yang dimaksud mencakup berbagai bentuk dukungan.

“Ya, ada banyak bantuan yang sedang dalam perjalanan, dalam berbagai bentuk, termasuk bantuan ekonomi. Kami telah melumpuhkan Iran dalam hal kapasitas nuklirnya,” kata Trump, merujuk pada serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Trump juga menyinggung belum adanya kejelasan data mengenai jumlah korban dalam gelombang protes yang masih berlangsung di Iran. Ia menyebut hingga kini belum ada pihak yang mampu memberikan angka pasti terkait korban jiwa.

“Jika mereka ingin melakukan protes, itu satu hal. Tetapi ketika mereka mulai membunuh ribuan orang, dan sekarang Anda memberi tahu saya tentang hukuman gantung, kita akan lihat bagaimana hasilnya bagi mereka. Itu tidak akan berakhir baik,” ujarnya.

Warga AS Diimbau Tinggalkan Iran

Di tengah meningkatnya ketegangan, media AS melaporkan adanya vonis mati terhadap seorang demonstran. Mengutip organisasi non-pemerintah Iran yang berbasis di Amerika Serikat dan Norwegia, Fox News pada Senin (12/1) melaporkan bahwa keluarga Erfan Soltani, pengunjuk rasa berusia 26 tahun yang ditangkap, telah diberi tahu bahwa ia dijatuhi hukuman mati dan eksekusinya dijadwalkan berlangsung pada Rabu.

Sejalan dengan situasi tersebut, Kedutaan Besar virtual Amerika Serikat untuk Iran pada Selasa (13/1) mengeluarkan imbauan keamanan kepada warga negaranya agar segera meninggalkan Iran. Peringatan ini disampaikan melalui kantor kedutaan daring, mengingat AS tidak memiliki hubungan diplomatik formal maupun misi kedutaan di Iran sejak 1980.

“Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran. Pertimbangkan untuk keluar melalui jalur darat menuju Turki atau Armenia, jika aman untuk dilakukan,” demikian bunyi pernyataan tersebut, yang juga meminta warga AS merencanakan keberangkatan tanpa mengandalkan bantuan pemerintahnya.

Kedutaan virtual AS turut mengingatkan warga negara Amerika Serikat yang memiliki kewarganegaraan ganda AS-Iran agar meninggalkan Iran menggunakan paspor Iran. Pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan mereka sepenuhnya sebagai warga negara Iran.

Sumber: