Inggris dan Prancis Siap Kirim Pasukan ke Ukraina jika Perjanjian Damai Tercapai
Perdamaian Ukraina-Rusia, Image: NoName13 / Pixabay--
sulut.disway.id - Inggris dan Prancis telah mengambil langkah signifikan dalam mendukung Ukraina dengan menyepakati rencana pengiriman pasukan jika perjanjian damai dengan Rusia berhasil diraih. Pengumuman ini disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi di Paris yang melibatkan para pemimpin negara sekutu. Langkah tersebut menunjukkan komitmen kedua negara untuk menjamin keamanan jangka panjang Ukraina serta mencegah kemungkinan agresi di masa depan.
Deklarasi niat yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa pasukan Inggris dan Prancis akan siap ditempatkan di wilayah Ukraina begitu kesepakatan damai resmi disetujui. Penempatan ini akan mencakup pendirian pusat militer strategis yang dirancang untuk melindungi wilayah udara dan laut, sekaligus mendukung regenerasi kekuatan militer Ukraina.
Hasil Pertemuan Sekutu di Paris
Pertemuan Paris dihadiri oleh pemimpin negara dan pejabat tinggi dari kelompok Coalition of the Willing. Diskusi berfokus pada penyusunan kerangka kerja pascaperang, termasuk protokol keamanan dan peran Amerika Serikat dalam memantau gencatan senjata. Inggris dan Prancis menekankan perlunya kesiapan pasukan multinasional untuk menjamin stabilitas kawasan setelah perang berakhir.
Starmer menyatakan bahwa deklarasi ini membuka jalan bagi kerangka hukum yang memungkinkan pasukan sekutu beroperasi secara sah di Ukraina. Sementara itu, Macron menyebut bahwa ribuan pasukan mungkin akan dikerahkan sebagai bagian dari komitmen kolektif Eropa terhadap keamanan Ukraina.
Peran Amerika Serikat
Amerika Serikat tetap memegang peran penting dalam skema keamanan pascaperang. Sekutu Ukraina sepakat bahwa Washington akan memimpin pemantauan dan verifikasi kepatuhan gencatan senjata. Peran ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa perdamaian tidak hanya bersifat sementara, serta memberikan jaminan tambahan bagi Ukraina dalam menghadapi potensi ancaman di masa depan.
Reaksi Rusia dan Masalah Wilayah
Rusia menanggapi rencana pengiriman pasukan asing dengan peringatan keras. Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa kehadiran pasukan internasional di Ukraina akan dianggap sebagai target sah. Saat ini, Rusia menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk sebagian besar Donetsk dan hampir seluruh Luhansk. Isu wilayah ini menjadi salah satu titik krusial yang masih belum menemukan titik temu dalam negosiasi damai.
Ukraina, melalui Presiden Volodymyr Zelensky, menegaskan bahwa negaranya tidak bersedia menyerahkan wilayahnya. Meskipun begitu, Zelensky menyebut bahwa kesepakatan damai sudah mendekati tahap akhir, namun batas wilayah dan jaminan keamanan tetap menjadi isu sensitif yang harus diselesaikan.
Tantangan dan Harapan bagi Ukraina
Bagi Ukraina, rencana pengiriman pasukan Inggris dan Prancis merupakan sinyal dukungan politik dan militer yang penting. Zelensky menilai langkah ini sebagai kemajuan besar, walaupun ia menekankan bahwa perang belum otomatis berakhir. Dukungan internasional diharapkan dapat meyakinkan publik Ukraina bahwa jalur diplomasi lebih menguntungkan dibandingkan melanjutkan konflik yang berkepanjangan.
Kendati publik masih skeptis terkait kemungkinan kompromi wilayah, kehadiran pasukan sekutu dan pengawasan Amerika Serikat diyakini dapat memberikan rasa aman bagi negara yang telah mengalami tiga tahun konflik berkepanjangan.
Kesimpulan
Kesepakatan Inggris dan Prancis untuk menempatkan pasukan di Ukraina setelah tercapainya perjanjian damai menunjukkan komitmen nyata sekutu Eropa dalam menjaga stabilitas kawasan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menjamin keamanan Ukraina dan mencegah agresi lebih lanjut.
Realitas politik saat ini menunjukkan bahwa rencana tersebut baru dapat direalisasikan jika Rusia setuju pada perjanjian damai dan isu wilayah serta jaminan keamanan disepakati bersama. Meski demikian, pengumuman di Paris menjadi tanda bahwa tekanan internasional untuk mengakhiri perang semakin meningkat dan dukungan Eropa terhadap Ukraina semakin jelas.
Referensi
-
UK and France to send troops to Ukraine if peace deal agreed with Russia – BBC News
-
Russia warns foreign troops in Ukraine would be ‘legitimate targets’ – BBC News
-
Ukraine war: What territory does Russia control? – BBC News
Sumber: