Konsumsi dan Ekspor Dorong Ekonomi AS Capai Pertumbuhan Tertinggi dalam Dua Tahun

Konsumsi dan Ekspor Dorong Ekonomi AS Capai Pertumbuhan Tertinggi dalam Dua Tahun

Pertumbuhan Ekonomi Amerika, Image: Michal Marek / Pexels--

sulut.disway.id - Triwulan ketiga 2025 mencatat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang mengejutkan para analis, dengan laju tahunan mencapai 4,3 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang 3,8 persen dan jauh melebihi perkiraan analis yang hanya 3,2 persen. Data ini memberikan gambaran tentang ketahanan ekonomi AS meskipun menghadapi tekanan dari kebijakan perdagangan, inflasi, dan pengeluaran pemerintah yang fluktuatif.

Lonjakan konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama. Pengeluaran naik 3,5 persen dibandingkan 2,5 persen pada kuartal sebelumnya, terutama di sektor layanan kesehatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa meski pasar tenaga kerja melambat, masyarakat tetap aktif membelanjakan pendapatannya, memberi dorongan kuat pada pertumbuhan ekonomi.

Rebound Ekspor dan Penyesuaian Perdagangan
Ekspor AS kembali meningkat tajam, naik 7,4 persen setelah sebelumnya menurun drastis. Sementara itu, impor turun akibat tarif yang diberlakukan pemerintah, membantu pertumbuhan bersih tetap positif. Dinamika ini menegaskan bagaimana kebijakan perdagangan dapat memengaruhi ekonomi secara signifikan.

Michael Pearce, kepala ekonom AS di Oxford Economics, menyebutkan bahwa ekonomi berada dalam posisi yang baik menjelang 2026. Pemotongan pajak dan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve diperkirakan akan menambah momentum pertumbuhan, sementara indikator fundamental menunjukkan ekspansi yang solid.

Peran Pengeluaran Pemerintah dan Tantangan Investasi
Pengeluaran pemerintah, terutama di sektor pertahanan, meningkat. Namun, investasi bisnis, termasuk di bidang properti intelektual, melambat. Pasar perumahan masih tertekan karena suku bunga tinggi membatasi kemampuan beli dan menciptakan keterbatasan pasokan.

Aditya Bhave dari Bank of America menekankan bahwa ekonomi AS tetap resilien meski menghadapi perubahan kebijakan, inflasi, dan fluktuasi pengeluaran pemerintah. Ia menilai tren positif ini telah bertahan sejak awal 2022 dan kemungkinan akan terus berlanjut.

Inflasi dan Dampaknya pada Rumah Tangga
Kenaikan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) menjadi 2,8 persen dari 2,1 persen sebelumnya menunjukkan tekanan harga yang meningkat. Rumah tangga berpendapatan rendah hingga menengah menghadapi beban tambahan, sehingga beberapa mulai menahan pengeluaran.

Oliver Allen dari Pantheon Macroeconomics menyoroti bahwa data survei dan transaksi kartu kredit terbaru menunjukkan perlambatan belanja konsumen. Faktor seperti pasar tenaga kerja yang lemah, pendapatan riil stagnan, dan habisnya tabungan pandemi mendorong masyarakat lebih berhati-hati, sehingga pertumbuhan konsumsi jangka pendek mungkin tidak berkelanjutan.

Kesimpulan
Pertumbuhan 4,3 persen di triwulan ketiga menandai kinerja ekonomi AS yang kuat, didorong oleh konsumsi rumah tangga, ekspor, dan pengeluaran pemerintah. Meski ada tekanan inflasi dan ketimpangan pendapatan, ekonomi tetap menunjukkan ketahanan yang solid dan berada pada jalur ekspansi menuju 2026.

Referensi

 

  • “US Economy Growth Accelerates to 4.3% in Third Quarter,” BBC News, 24 Desember 2025.

  • “US Economy Showing Resilience Amid Policy Shifts,” Oxford Economics, 23 Desember 2025.

  • “Consumer Spending Drives US GDP Surge,” Bank of America Research, 22 Desember 2025.

  • “Inflation Pressures and Household Spending in the US,” Pantheon Macroeconomics, 21 Desember 2025.

Sumber: